Networkpedia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Januari 2026, sebanyak 53 dapur MBG telah beroperasi untuk melayani masyarakat.
Dari jumlah tersebut, tujuh dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), meningkat dibanding sebelumnya yang baru tiga dapur.
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Trenggalek, Saeroni, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari pendampingan dan koordinasi intensif yang dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait.
“Untuk SLHS sudah ada perkembangan, dari tiga sekarang menjadi tujuh,” ujar Saeroni.
Menurutnya, Pemkab Trenggalek terus mendorong percepatan pemenuhan SLHS agar seluruh dapur MBG dapat beroperasi sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.
Koordinasi dilakukan secara berkelanjutan dengan yayasan pengelola dapur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinas Kesehatan, hingga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
“Kami terus berkoordinasi. Apa saja yang masih kurang selalu kami sampaikan agar segera dilengkapi. Proses ini berjalan di Dinas Kesehatan maupun PTSP,” jelasnya.
Saeroni mengungkapkan, dari sisi higiene dan sanitasi, sebagian besar dapur MBG sebenarnya telah memenuhi ketentuan. Seluruh penjamah makanan telah mengikuti pelatihan pengelolaan makanan sesuai standar, serta telah melalui inspeksi kesehatan lingkungan oleh Dinas Kesehatan.
“Kelayakan higiene sanitasi sudah terpenuhi. Pelatihan penjamah makanan dan pemeriksaan lingkungan juga sudah dilakukan,” terangnya.
Namun demikian, kendala masih ditemui pada aspek administratif, khususnya terkait kelengkapan badan hukum yayasan, PT, atau CV yang menaungi dapur MBG.
Proses perizinan dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan PTSP.
“Alurnya dari dapur atau yayasan mengajukan melalui OSS, kemudian diverifikasi, termasuk oleh Dinkes. Jika sudah lengkap, baru disetujui,” paparnya.
Saat ini, sebagian besar dapur MBG di Trenggalek telah berada pada tahap akhir pemenuhan persyaratan. Saeroni juga memastikan tidak ada dapur yang dikenai sanksi.
“Sampai hari ini aman, tidak ada sanksi. Semua berjalan lancar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa dari target 80 dapur MBG di Trenggalek, saat ini telah beroperasi 53 dapur atau sekitar setengah dari target.
Seluruh dapur tersebut diproyeksikan melayani sekitar 170 ribu penerima manfaat.
Terkait kendala pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sempat terjadi, Saeroni memastikan persoalan tersebut kini telah tuntas.
“Sekarang sudah tidak ada kendala, semuanya sudah operasional,” pungkasnya.




