Lomba Batik Trenggalek Bertutur: Wujud Cinta pada Budaya Lokal

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Trenggalek kembali menunjukkan kecintaannya pada warisan budaya melalui “Lomba Batik Trenggalek Bertutur,” yang digelar dalam rangka memperingati HUT KORPRI.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat keakraban keluarga ASN sekaligus memperkenalkan kekayaan batik khas Trenggalek.

Ketua PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, menyampaikan apresiasinya terhadap acara tersebut. “Ini adalah proses kita mencintai budaya dan menjunjung tinggi kearifan lokal, khususnya batik Trenggalek, dengan cara yang berbeda,” ujarnya pada Kamis (12/12/2024).

Menurut Novita, acara ini sangat unik karena mampu menghadirkan kehangatan keluarga ASN di ruang publik, yang jarang terjadi.

Selain itu, antusiasme masyarakat terlihat tinggi, menjadikan acara ini semakin meriah. Ia berharap Lomba Batik Trenggalek Bertutur dapat menjadi agenda tahunan untuk terus mempromosikan batik lokal dan menggerakkan perekonomian kreatif daerah.

Dalam lomba ini, peserta yang terdiri dari ASN, camat, kepala desa, hingga keluarga mereka, ditantang keluar dari zona nyaman. Mereka belajar hal baru yang bukan bidang utama mereka, seperti mendesain dan membatik.

“Ini filosofi penting: keluar dari zona nyaman, belajar hal baru, sekaligus mempromosikan batik. Optimisme ini membawa semangat positif untuk tahun 2025,” tambah Novita.

Selain mempromosikan batik, acara ini juga mendukung program pemerintah, termasuk inisiatif Presiden Prabowo Subianto terkait makanan bergizi.

Novita menekankan pentingnya melahirkan ide-ide kreatif yang menggabungkan unsur budaya, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat.Sebagai penutup, Novita mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Harapan kami, ini menjadi kalender event tahunan. Tidak hanya sekadar memperagakan, tetapi juga memakai, membeli, dan mempromosikan batik. Dengan begitu, perputaran ekonomi di Trenggalek, khususnya melalui ekonomi kreatif, bisa terus meningkat,” tutupnya.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya lokal dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, melibatkan berbagai elemen masyarakat, dan membawa dampak ekonomi positif.(zen)

Berita Lainnya