Networkpedia.id – Jepang yang tengah menghadapi krisis tenaga kerja membuka peluang besar bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia.
Dengan kebutuhan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW), Pemerintah Jepang kini menjadi salah satu tujuan utama Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pada Januari 2025, jumlah PMI asal Indonesia di Jepang tercatat mencapai 121.507 orang.
Kabupaten Trenggalek, sebagai salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Jawa Timur, berupaya memanfaatkan peluang ini.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menggandeng sejumlah pihak untuk menyosialisasikan peluang kerja di Jepang dan Korea Selatan. Sosialisasi digelar di SMK Negeri 2 Trenggalek pada 22 Oktober 2025 dan dihadiri oleh 2.020 wali murid.
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Trenggalek, Masrur Hanafi, menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam memotivasi calon pekerja.
“Kesempatan ini sudah di depan mata. Dengan kolaborasi yang ada, lulusan kami dapat terserap sesuai bidang keahlian mereka,” ujar Hanafi.
Sementara Kepala Disperinaker Trenggalek, Heri Yulianto, menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jepang merupakan peluang besar.
“Hingga 2024, dari 1.880 PMI Trenggalek, mayoritas bekerja di Taiwan dan Hong Kong. Namun, PMI ke Jepang masih sangat minim, hanya 15 orang. Kami berkomitmen meningkatkan jumlah PMI formal,” katanya.
Program sosialisasi ini didukung oleh LPK Solusi Terampil Global, PT Intersolusi Indonesia, dan BPR Jwalita. LPK menawarkan pelatihan bahasa dan soft skills selama empat bulan dengan instruktur native speaker.
Sementara itu, PT Intersolusi Indonesia menyediakan penempatan kerja di bidang manufaktur, pengelasan, hingga pertanian dengan kontrak hingga lima tahun dan gaji mencapai Rp25 juta per bulan.
BPR Jwalita menyediakan pembiayaan khusus melalui Kredit PMI dengan plafon hingga Rp100 juta untuk mendukung keberangkatan calon pekerja.
Program kolaborasi ini diharapkan mempermudah masyarakat Trenggalek dalam mengakses peluang kerja internasional, khususnya di Jepang dan Korea Selatan, sekaligus meningkatkan kontribusi PMI asal Trenggalek di sektor formal.




