Networkpedia.id – Kabupaten Trenggalek, dengan luas wilayah mencapai 126.140 hektare, memiliki area hutan yang mendominasi. Berdasarkan data dari Perhutani Kediri Selatan, total luas hutan di Trenggalek mencapai 62.688,9 hektare, terdiri atas 18.053 hektare hutan lindung dan 44.635,9 hektare hutan produksi.
Wakil Kepala KPH Perhutani Kediri Selatan, Hermawan, mengungkapkan bahwa dari total wilayah hutan tersebut, terdapat sekitar 1.500 hektare lahan kritis.
“Lahan kritis ini biasanya berupa kawasan berbatu, seperti di wilayah Kecamatan Durenan, yang tidak dapat dimanfaatkan untuk produksi. Hanya ditumbuhi rumput serasah,” ujarnya.
Hutan produksi di Trenggalek dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) bekerja sama dengan Perhutani, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perhutanan Sosial.
Hermawan menjelaskan bahwa tanaman yang dihasilkan beragam, tergantung karakteristik wilayah.
“Di Watulimo ada hutan campuran seperti durian, kelapa, dan cengkeh. Sedangkan di Tugu dan Pule banyak ditemukan tanaman jati. Untuk pinus, ada di Bendungan,” paparnya.
Luas hutan pinus di Trenggalek sendiri mencapai 17.000 hektare, tersebar di Kecamatan Panggul, Dongko, Tugu, hingga Munjungan. Produksi utama dari hutan pinus ini adalah getah yang diolah menjadi gondorukem dan minyak terpentin.
Menurut Hermawan, hasil sadapan getah pinus dari Trenggalek rata-rata mencapai 7.500 ton per tahun. Para petani memanfaatkan tanah tegalan di sekitar tempat tinggal mereka untuk menyadap getah pinus sebagai tambahan penghasilan.
“Ini adalah aktivitas sehari-hari petani yang membantu memenuhi kebutuhan hidup,” tambahnya.
Pendapatan dari hasil hutan produksi ini menjadi target Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hermawan menegaskan bahwa pendapatan tersebut dikelola oleh pemerintah pusat melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Pemkab Trenggalek akan tetap menerima bagian dari pendapatan ini sebagai bentuk pengembalian ke daerah,” jelasnya.
Dengan dominasi hutan dan pengelolaan yang melibatkan masyarakat, sektor kehutanan di Trenggalek menjadi salah satu tumpuan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan.




