Networkpedia.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek tengah mengebut persiapan peluncuran Sekolah Rakyat (SR) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2025.
Saat ini, sejumlah tahapan penting tengah disiapkan, mulai dari infrastruktur, fasilitas, hingga rekrutmen siswa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, menjelaskan bahwa SR akan membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD dan satu rombel untuk jenjang SMP.
Khusus untuk SMP, kuota siswa telah terpenuhi bahkan menimbulkan daftar tunggu, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat.
“Untuk yang SD kita masih bergerak maksimal untuk mencukupi 50 anak dalam dua rombel. Saat ini yang sudah terdaftar sekitar 27 sampai 30-an,” ungkap Edy.
Menurut Edy, tantangan utama terletak pada pencarian siswa untuk jenjang SD. Selain jumlahnya lebih banyak, usia calon siswa yang rata-rata tujuh tahun dinilai masih sangat bergantung pada orang tua, sehingga menjadi pertimbangan tersendiri dalam memutuskan mengikuti pendidikan berasrama.
“Yang SD ini masih relatif kecil, dan hubungan keluarga itu masih sangat erat sekali,” tambahnya.
Meski begitu, Pemkab Trenggalek tetap optimistis kebutuhan siswa akan terpenuhi melalui komunikasi yang intensif dengan para orang tua.
Saat ini, calon siswa SR masih menjalani pendidikan di sekolah formal sebagaimana pelajar lainnya. Pemkab Trenggalek akan mengarahkan mereka bergabung ke SR begitu lembaga pendidikan tersebut siap beroperasi.
“Biarkan sekolah mengikuti mekanisme. Nanti pada saat sekolah rakyat kita siap, akan kita arahkan bergabung,” jelas Edy.
SR Trenggalek akan berlokasi di gedung eks Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja di Jalan Kapiten Pattimura, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.
Saat ini, gedung tersebut sedang dalam tahap persiapan fisik berupa penambahan fasilitas dan pembersihan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan inklusif dan gratis bagi anak-anak dari latar belakang rentan.




