Networkpedia.id – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek mengambil langkah tegas dengan membubarkan ratusan koperasi yang dinilai tidak aktif dan berpotensi disalahgunakan.
Kepala Diskomidag Trenggalek, Saniran, menyebutkan saat ini terdapat 583 koperasi di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, 112 koperasi dinyatakan tidak aktif, sementara 256 koperasi telah resmi dibubarkan.
“Pembubaran dilakukan karena koperasi tersebut sudah tidak ada usaha, bahkan berpotensi disalahgunakan dokumen akta pendiriannya untuk hal yang merugikan, seperti mencari nasabah,” ujarnya.
Saniran menjelaskan, sebagian besar koperasi tidak aktif karena pengurus belum siap mengelola sejak awal pendirian. Banyak di antaranya dibentuk hanya untuk mengikuti program atau mengharapkan bantuan pemerintah.
“Saat bantuan dari pemerintah tidak ada, koperasi tidak berjalan karena anggota tidak siap iuran,” terangnya.
Fenomena ini terjadi di berbagai jenis koperasi, termasuk koperasi wanita (Kopwan) dan koperasi umum.
Salah satu contohnya adalah koperasi yang dibentuk melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun sebagian tidak mampu melanjutkan operasionalnya.
Menurut Saniran, pihaknya telah mengajukan penonaktifan dan pembubaran koperasi ke pemerintah pusat. Langkah ini bahkan mendapat perhatian dari pemerintah provinsi dan pusat.
“Kami sudah membubarkan 256 koperasi. Bahkan, langkah ini menjadi atensi provinsi dan pusat,” tegasnya.
Proses pembubaran dilakukan secara bertahap. Pada 2022 dan 2023, sejumlah koperasi sudah dibubarkan. Tahun 2025, Diskomidag masih melakukan pendataan dan deteksi, terutama terhadap Koperasi Modern Produktif (KMP) yang dianggap perlu evaluasi menyeluruh.
Saniran menekankan, pembubaran koperasi dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap gerakan koperasi. Ia berharap koperasi yang masih aktif dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Dengan langkah ini, pemerintah daerah menargetkan hanya koperasi sehat dan produktif yang bertahan, sehingga mampu berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di Trenggalek.




