Networkpedia.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) saat aksi demonstrasi di Jalan Penjernihan Raya, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Korban diduga meninggal akibat tindakan represif aparat Brimob yang membubarkan aksi.
Ketua GMNI Trenggalek, Sodiq Fauzi, menegaskan pihaknya mengecam keras aksi brutal aparat kepolisian. Menurutnya, kekerasan dalam penanganan unjuk rasa merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan prinsip demokrasi.
“Negara yang menjunjung tinggi hukum dan keadilan tidak boleh membiarkan kekerasan menjadi alat utama dalam merespon suara rakyat,” tegas Sodiq dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).
Ia menambahkan, aksi demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara yang dijamin UUD 1945.
Karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat di muka umum bukanlah sebuah keistimewaan, melainkan hak fundamental.
“Ketika aparat justru merespons aksi damai dengan gas air mata, pentungan, atau intimidasi fisik, maka negara telah gagal menjalankan kewajibannya melindungi warga,” ujarnya.
GMNI Trenggalek menilai tindakan represif aparat tidak hanya melukai demonstran, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Polisi, kata Sodiq, seharusnya menjadi pengayom, bukan ancaman bagi kebebasan sipil. Untuk itu, GMNI Trenggalek menyatakan lima sikap tegas. Pertama, mengutuk tindakan aparat yang menyebabkan tewasnya seorang ojol.
Kedua, mendesak kepolisian menindaklanjuti kasus tersebut secara transparan. Ketiga, menuntut Kapolri segera memberi sanksi tegas kepada anggota yang terlibat.
Keempat, meminta pemerintah menjamin keselamatan masyarakat serta menghentikan praktik represif terhadap rakyat. Kelima, mengajak masyarakat sipil, mahasiswa, dan seluruh elemen pergerakan untuk bersolidaritas mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Demokrasi tidak akan tumbuh di bawah bayang-bayang ketakutan. Jika suara rakyat dibungkam dengan kekerasan, maka kita sedang menyaksikan kemunduran peradaban,” pungkas Sodiq.




