Networkpedia.id- Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Trenggalek mencatatkan kinerja positif pada tahun ini. Data Dinas Perikanan menunjukkan adanya peningkatan produksi yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, bahkan pada semester pertama 2025 sudah melampaui separuh capaian tahun sebelumnya.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, mengungkapkan hingga Juni 2025, produksi budidaya ikan mencapai 2.727 ton. Angka tersebut sudah lebih dari 50 persen dari total produksi 2024 yang tercatat sebesar 5.087 ton. Sementara pada 2023, total produksi mencapai 4.860 ton.
“Dengan capaian semester pertama ini, kami optimistis angka produksi budidaya perikanan tahun 2025 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Cusi.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu penentu keberhasilan. Pada 2024, kemarau panjang membuat ketersediaan air bersih terbatas sehingga kualitas dan kuantitas ikan budidaya tidak optimal.
Namun kondisi berbeda terjadi pada tahun ini. Fenomena kemarau basah justru membawa berkah karena pasokan air berlimpah dan lebih stabil.
“Cuaca tahun ini lebih mendukung dibandingkan tahun 2024. Saat itu kita kesulitan air karena kemarau panjang, sedangkan sekarang air lebih tersedia,” jelas
Cusi yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Trenggalek.
Komoditas lele tercatat sebagai penyumbang terbesar produksi budidaya di daerah tersebut. Pada 2023, produksi lele mencapai 3.919 ton dan meningkat menjadi 4.030 ton pada 2024.
Tahun ini, hingga pertengahan semester pertama, produksi lele sudah menembus 2.093 ton, atau lebih dari setengah capaian tahun sebelumnya.
“Selain lele, komoditas lain juga rata-rata menunjukkan tren peningkatan. Hal ini semakin memperkuat optimisme bahwa total produksi tahun 2025 akan lebih tinggi daripada 2024,” imbuhnya.
Dengan tren positif tersebut, budidaya perikanan di Trenggalek diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung para pembudidaya dengan memanfaatkan momentum cuaca yang mendukung serta pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.




