Realisasi Investasi Trenggalek 2025 Tembus Rp 582 Miliar, Pariwisata Jadi Sektor dengan Pertumbuhan Tercepat

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 582 miliar. 

Capaian tersebut dinilai cukup positif meski hanya terpaut tipis dari target yang ditetapkan serta sedikit meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp 581 miliar.

Kepala DPMPTSP Trenggalek, Edi Santoso, mengatakan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang cukup menantang bagi iklim investasi daerah. Sepanjang tahun, pergerakan investasi berlangsung ketat dan nyaris berhimpitan dengan target.

“Kalau kita lihat, 2025 ini memang tahun yang cukup menantang. Dari awal hingga akhir tahun, capaian investasi selalu mepet dengan target. Alhamdulillah akhirnya tetap bisa tercapai meskipun selisihnya sangat tipis,” ujar Edi, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, struktur investasi di Kabupaten Trenggalek masih didominasi sektor perdagangan. Sektor ini menjadi penyumbang terbesar terhadap nilai investasi daerah, disusul sektor industri olahan di posisi kedua.

“Perdagangan masih menjadi top contributor. Setelah itu industri olahan. Ini memang karakter daerah seperti Trenggalek yang tidak memiliki industri berbasis tambang atau mineral,” jelasnya.

Menariknya, pada tahun 2025 sektor pariwisata mengalami lonjakan signifikan dan menempati posisi ketiga sebagai penyumbang investasi terbesar. 

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh masuknya berbagai kegiatan pendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“SPPG yang mendukung program MBG itu secara klasifikasi masuk sektor pariwisata. Ini yang membuat sektor pariwisata naik cukup signifikan tahun ini,” ungkap Edi.

Sementara itu, sektor pertanian berada di posisi keempat. Menurut Edi, sektor ini mulai menunjukkan geliat positif, terutama dari pengembangan bibit unggul serta meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam pertanian modern seperti komoditas jagung dan melon. Adapun sektor pekerjaan umum (PU) menempati posisi kelima.

Edi menegaskan, dominasi sektor perdagangan tidak serta-merta mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, melainkan menunjukkan besarnya porsi aktivitas ekonomi masyarakat Trenggalek yang bertumpu pada sektor tersebut.

“UMKM kita mayoritas bergerak di perdagangan, baik eceran, grosir, maupun jual beli kendaraan. Itu sebabnya porsinya paling besar,” jelasnya.

Namun demikian, ia menilai sektor dengan akselerasi pertumbuhan tercepat saat ini adalah pariwisata. Kehadiran berbagai program nasional dinilai mampu mendorong investasi masuk ke daerah.

“Kalau bicara pertumbuhan tercepat, pariwisata. Tapi perdagangan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Trenggalek,” pungkasnya.

Berita Lainnya