Networkpedia.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek bersama komunitas pegiat sejarah melakukan penelusuran benda yang diduga sebagai cagar budaya. Hasilnya, sebuah jambangan air berbahan batu andesit ditemukan di area samping Kantor BPR Jwalita Trenggalek pada Kamis (9/4/2026).
Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disparbud Trenggalek, Heru Dwi Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendataan dan identifikasi benda bersejarah yang berpotensi menjadi cagar budaya.
Proses tersebut melibatkan komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek (PESAT) serta Lingkar Studi Sejarah Trenggalek atau Laskar Mpu Sindok.
Menurut Heru, secara tipologi, jambangan berbahan batu andesit seperti yang ditemukan tersebut umumnya berkaitan dengan kompleks peribadatan Hindu pada masa klasik.
Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan tersebut kemungkinan pernah menjadi bagian dari aktivitas religius pada masa lampau.
“Benda ini memiliki ciri khas yang kuat sebagai bagian dari sarana pendukung kegiatan peribadatan. Ini membuka dugaan adanya jejak peradaban Hindu klasik di wilayah Trenggalek,” jelasnya.
Yang membuat temuan ini semakin menarik adalah adanya inskripsi pada permukaan batu. Tulisan tersebut menunjukkan angka tahun 1070 Saka atau setara dengan 1168 Masehi.
Inskripsi itu menggunakan aksara Jawa Kuno dengan bentuk huruf bergaya kuadrat dan tampak menonjol, memperkuat dugaan bahwa benda tersebut berasal dari periode klasik.
Jika dikaitkan dengan data sejarah, tahun 1168 Masehi berada dalam masa pemerintahan Sri Sarweswara, penguasa dari Kerajaan Kadhiri.
Keterkaitan ini dinilai penting karena membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai hubungan historis antara Trenggalek dengan pusat peradaban pada masa itu, termasuk wilayah Kediri yang dikenal memiliki banyak peninggalan sejarah.
Heru menambahkan, kegiatan ini masih merupakan tahap awal dalam proses pelestarian. Ke depan, pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam, termasuk kemungkinan penetapan status cagar budaya apabila memenuhi kriteria.
“Temuan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah budaya daerah serta memperkuat identitas sejarah Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya.
Penemuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi sejarah di daerah masih sangat besar dan memerlukan perhatian serius untuk dilestarikan serta dikaji secara ilmiah.



