Networkpedi.id – Lonjakan harga plastik di Kabupaten Trenggalek pasca Lebaran mulai memberikan dampak serius terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner seperti usaha roti.
Kenaikan ini tidak hanya memengaruhi biaya kemasan, tetapi juga merembet pada berbagai komponen produksi lainnya.
Salah satu pelaku UMKM roti, Muhammad Sulhan, mengungkapkan bahwa usahanya mengalami tekanan cukup berat akibat kenaikan harga plastik yang signifikan. Ia menyebut dampak tersebut terasa menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga biaya operasional.
“Sangat terdampak, terkait dengan kenaikan harga plastik, banyak menimbulkan berbagai efek, terutama dari bahan, tenaga kerja, transportasi,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Menurut Sulhan, kenaikan harga plastik turut memicu kenaikan harga bahan baku lain yang digunakan dalam proses produksi roti. Kondisi ini membuat biaya produksi semakin membengkak dan sulit dikendalikan.
“Kenaikan harga plastik berimbas dengan bahan-bahan baku yang lain untuk membuat roti,” lanjutnya.
Akibat kondisi tersebut, ia memastikan akan segera melakukan penyesuaian harga jual produk dalam waktu dekat. Pasalnya, kenaikan dari tingkat pemasok dinilai sudah cukup tinggi dan tidak bisa lagi ditanggung sendiri oleh pelaku usaha.
“Dalam waktu dekat kami akan menyesuaikan harga. Kalau kami langsung dari pabrik 35 sampai 40 persen dari harga sebelumnya,” jelasnya.
Sebelumnya, lonjakan harga plastik juga dikeluhkan para pedagang di Pasar Basah Trenggalek. Salah satunya disampaikan oleh pedagang plastik, Catur Hermanto, yang menyebut kenaikan kali ini sebagai yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Kenaikan kali ini sampai puluhan ribu, beda jauh dari biasanya,” ujarnya.
Ia merinci, harga plastik kresek yang sebelumnya berada di kisaran Rp36 ribu per ikat kini melonjak menjadi Rp65 ribu.
Sementara gelas cup plastik naik dari Rp13 ribu menjadi Rp24 ribu per slop.
Kenaikan juga terjadi pada harga styrofoam, dari Rp39 ribu menjadi Rp45 ribu per paket.
Kondisi ini menempatkan pelaku UMKM pada posisi sulit.
Di satu sisi biaya produksi terus meningkat, sementara di sisi lain daya beli masyarakat belum tentu mengalami kenaikan yang sebanding.
Jika tren kenaikan harga plastik ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga berbagai produk olahan UMKM di Trenggalek akan ikut terdongkrak dalam waktu dekat, sehingga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat kecil.



