Networkpedia.id- Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) DPD Trenggalek memastikan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang kaki lima (PKL) tetap dapat berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-831 Kabupaten Trenggalek yang digelar sepanjang Agustus 2025.
Hal itu disampaikan Sekretaris APKLI Trenggalek, Gaguk Susilo Atmojo usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek di Aula Sekretariat Daerah, Selasa (29/7/2025).
Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa event ekonomi kreatif (ekraf) tetap digelar di Alun-Alun Trenggalek sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah aspirasi para PKL dan pelaku UMKM sudah diakomodasi. Kegiatan tetap digelar di Alun-Alun Trenggalek seperti tahun lalu,” ujar Gaguk.
Menurutnya, event tahunan ini merupakan momentum penting untuk mendorong perputaran ekonomi rakyat, terutama di tengah menurunnya daya beli masyarakat.
APKLI pun berkomitmen menjadikan peringatan ini sebagai ruang kolaborasi antara pelaku usaha lokal dan pemerintah daerah.
Gaguk menambahkan, tidak ada perubahan signifikan dalam pola pelaksanaan. Produk lokal unggulan Trenggalek, termasuk yang mengusung brand Minak Sopal, akan tetap mendapat prioritas.
Sementara pelaku usaha dari luar daerah tetap diberi kesempatan ikut serta melalui sistem event organizer (EO).
Menanggapi polemik sebelumnya terkait kebijakan sterilisasi Alun-Alun, Gaguk menyebut hal itu sebagai masukan konstruktif untuk perbaikan teknis ke depan. “Bukan kekisruhan, tapi bahan introspeksi bersama agar ke depan lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Trenggalek Edy Soeprianto menegaskan bahwa pelaksanaan event tetap berjalan. Surat Edaran Bupati sebelumnya akan direvisi dan diedarkan ulang, membuka kembali ruang bagi PKL dan UMKM.
“Semua kegiatan akan dilaksanakan secara khidmat, hemat, dan tumbuh dari inisiatif masyarakat,” pungkas Edy.




