Networkpedia.id – Perjuangan Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, kembali membuahkan hasil nyata. Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) yang telah digelar untuk ke-29 kalinya pada September 2025 lalu, resmi masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.
Masuknya FJTT ke dalam kalender nasional tersebut tak lepas dari peran aktif Novita Hardini dalam mengawal potensi pariwisata daerah, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur yang meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi. Meski duduk di Komisi VII DPR RI, Novita tidak hanya fokus pada satu daerah, melainkan turut memperjuangkan sejumlah festival lain agar mendapat pengakuan nasional.
Berdasarkan laman resmi Karisma Event Nusantara, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka tercatat sebagai salah satu dari 125 event unggulan nasional tahun 2026. Selain itu, Jawa Timur juga diwakili oleh Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo, serta Festival Ronthek di Kabupaten Pacitan.
Tahun ini, Jawa Timur kembali menjadi salah satu provinsi dengan jumlah event terbanyak yang masuk KEN 2026. Tercatat ada 11 festival dari berbagai daerah di Jatim yang lolos kurasi Kementerian Pariwisata, berdasarkan usulan pemerintah daerah masing-masing.
Masuknya FJTT dalam KEN 2026 menjadi angin segar bagi masyarakat pecinta seni jaranan di Trenggalek. Capaian ini juga sejalan dengan visi besar Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Novita Hardini untuk menjadikan Trenggalek sebagai “Bumi Tarian Jaranan”.
Tidak hanya mengangkat kesenian khas Turonggo Yakso, tetapi juga menjadikan Trenggalek sebagai rumah bagi beragam seni jaranan dari seluruh Indonesia.
Menanggapi pencapaian tersebut, Novita Hardini menyampaikan rasa syukur atas masuknya FJTT dalam agenda nasional.
“Alhamdulillah, ini bagian dari ikhtiar mengawal aspirasi kemajuan daerah di Dapil VII, khususnya sektor pariwisata. Ini harus disambut baik dan dikawal oleh pemerintah daerah agar event yang disajikan semakin kreatif dan berkualitas,” ujar Novita.
Ia menambahkan, konsistensi pemerintah daerah dalam menghadirkan event berkualitas akan menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Saya terus memperjuangkan masing-masing kabupaten di Dapil VII. Alhamdulillah, sudah ada tiga kabupaten yang siap. Dengan konektivitas yang baik bersama Kementerian Pariwisata, semoga ini membawa dampak positif bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Masuknya Festival Jaranan Trenggalek Terbuka dalam KEN 2026 menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat mampu mengangkat potensi lokal ke level nasional.




