GMNI Trenggalek Siap Kawal Aksi Siswa SMAN 1 Kampak dari Intimidasi

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Dukungan terhadap aksi ratusan siswa SMAN 1 Kampak yang menuntut transparansi pengelolaan dana sekolah terus mengalir. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek menegaskan siap mendampingi para pelajar apabila muncul intimidasi atau perlakuan tidak adil setelah aksi berlangsung.

Ketua GMNI Komisariat STKIP Trenggalek, Rian Pirmansah, menyatakan bahwa langkah siswa SMAN 1 Kampak patut diapresiasi. Menurutnya, keberanian pelajar dalam menyuarakan dugaan pungutan liar (pungli) dan penahanan Kartu Indonesia Pintar (KIP) menunjukkan tumbuhnya kesadaran kritis di kalangan generasi muda.

“Aksi itu mencerminkan kesadaran masyarakat yang dimulai dari sekolah menengah. Jika ada intimidasi, GMNI akan mengecam keras. Kami juga siap mendampingi siswa, bahkan menyiapkan posko pengaduan,” tegas Rian, Senin (1/9/2025).

Rian menambahkan, GMNI telah membuka mekanisme pengaduan baik melalui media sosial resmi maupun sekretariat organisasi. Ia menekankan bahwa siswa tidak perlu takut untuk melapor jika mendapat tekanan setelah aksi.

“Undang-undang menjamin suara masyarakat. Jadi, siapa pun yang merasa ditekan atau diperlakukan tidak adil, silakan melapor. GMNI akan mendampingi prosesnya,” ujarnya.

Menurut GMNI, kasus yang mencuat di SMAN 1 Kampak harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh bagi sekolah lain di Trenggalek. 

Rian menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana, baik terkait sumbangan komite maupun program bantuan pemerintah.

“Uang adalah hal yang sensitif, apalagi uang masyarakat. Maka sekolah wajib terbuka kepada wali murid dan siswa. Jangan sampai ada pungutan tanpa kejelasan. Kasus ini seharusnya jadi cermin untuk sekolah lain,” terang Rian.

Selain itu, GMNI juga mendorong siswa di sekolah lain agar berani bersuara apabila mengalami persoalan serupa. Organisasi mahasiswa tersebut siap memberikan ruang diskusi maupun advokasi bila dibutuhkan.

“Kalau ada siswa lain yang menghadapi masalah serupa, jangan ragu untuk menghubungi GMNI. Kami akan bantu mencari jalan keluar. Keberanian seperti siswa SMAN 1 Kampak ini sangat layak diapresiasi,” pungkasnya.

Kasus dugaan pungli di SMAN 1 Kampak kini menjadi perhatian publik. GMNI menegaskan dunia pendidikan harus bersih dari praktik pungutan liar serta penyalahgunaan dana bantuan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Berita Lainnya