Hujan Deras Picu Longsor di KM 16 Nglinggis, Jalur Trenggalek–Ponorogo Ditutup Total

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id, TRENGGALEK – Hujan dengan intensitas tinggi memicu tanah longsor di Kilometer 16 jalan protokol Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.20 WIB. Material longsoran berupa batu berukuran sedang hingga besar menutup total akses jalan nasional tersebut.

Kasi Humas AKP Katik, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari Hadi Siswanto, perangkat Desa Nglinggis, melalui saluran darurat 110 Polres Trenggalek.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal,” ujar AKP Katik.

Penanganan di lapangan melibatkan personel Polres Trenggalek yang dipimpin Pamapta, bersama BPBD Trenggalek, anggota Polsek Tugu, Koramil Tugu, serta warga setempat. Mereka berupaya mengamankan area sekaligus memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Diketahui, hujan deras mengguyur wilayah Nglinggis dan sekitarnya sebelum kejadian. Tebing di pinggir jalan tiba-tiba longsor, menyebabkan tanggul penahan tanah setinggi kurang lebih 10 meter jebol dan bahu jalan ambles. 

Bongkahan batu besar yang runtuh menutup seluruh badan jalan sehingga arus lalu lintas tidak dapat melintas sama sekali.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan kendaraan dalam insiden ini. Namun, karena ukuran material batu cukup besar, pembersihan tidak memungkinkan dilakukan secara manual.

“Akses jalan tertutup batu berukuran besar dan membutuhkan alat berat. Untuk sementara arus lalu lintas kami tutup total,” tegas AKP Katik.

Petugas memasang rambu peringatan di sekitar lokasi longsor hingga simpang tiga SPBU Desa Nglongsor guna mengantisipasi kendaraan yang hendak melintas. 

Selain itu, faktor cuaca yang masih kurang bersahabat menjadi pertimbangan utama karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendatangkan alat berat agar proses evakuasi material dapat segera dilakukan.

Berita Lainnya