Networkpedia.id – Penanganan bencana tanah gerak di Desa Ngerandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek memasuki tahap baru. Setelah melalui proses diskusi panjang, warga terdampak akhirnya sepakat untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menyampaikan bahwa kesepakatan ini dicapai usai pertemuan yang difasilitasi oleh pihak kecamatan bersama tiga pilar, melibatkan tokoh masyarakat, TNI, dan Polri setempat.
“Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga sudah turun untuk melakukan survei di sejumlah titik rawan, termasuk di petak 110B Desa Ngerandu,” jelas Triadi, Rabu (6/8/2025).
Petak 110B kini menjadi fokus penataan lahan untuk relokasi. Menurut Triadi, warga yang sebelumnya mengungsi di rumah kerabat karena rumahnya berada di zona rawan kini bersedia pindah ke lokasi baru yang telah disiapkan pemerintah.
“Alhamdulillah, warga terdampak sepakat menempati lahan relokasi. Di lapangan Giling akan ditempati oleh 27 kepala keluarga, sementara sisanya memilih membangun rumah secara mandiri di lahan masing-masing, dengan tetap kita bantu pendiriannya,” ungkap Triadi.
Ia juga menuturkan bahwa program relokasi ini didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bantuan pembangunan rumah akan dibiayai dari anggaran provinsi, sedangkan lahan relokasi memanfaatkan aset milik Perhutani.
“Anggaran bantuan rumah berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Lahan relokasinya menggunakan tanah Perhutani,” tambahnya.
Relokasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi risiko bencana tanah gerak yang selama ini mengancam keselamatan warga. Proses penataan dan pembangunan hunian baru akan segera dilakukan agar warga bisa segera menempati rumah mereka secara permanen.
“Semoga proses relokasi berjalan lancar dan menjadi awal baru yang lebih aman bagi warga Desa Ngerandu,” pungkas Triadi.




