Musim Penghujan, Bupati Trenggalek Himbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Trenggalek telah memicu berbagai bencana alam, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga abrasi sungai.

Menyikapi kondisi ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Khususnya yang berada di lereng perbukitan, saya menghimbau agar lebih berhati-hati. Kabupaten Trenggalek memiliki kontur tanah yang rawan longsor, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kecamatan Panggul, Rabu (4/12/2024).

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan dari perubahan fungsi lahan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengalihfungsikan hutan menjadi lahan pertanian yang dapat memperbesar risiko longsor. “

Jika kawasan itu memang hutan, jangan diubah menjadi lahan tegalan. Jangan juga ada aktivitas pengerukan ilegal yang justru memperparah kerusakan lingkungan,” tambahnya.

Kecamatan Panggul menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah akibat intensitas hujan tinggi. Camat Panggul, Darmujiadi, menjelaskan bahwa bencana terjadi beruntun sejak 27 November hingga 1 Desember.

Beberapa titik mengalami tanah longsor, banjir, dan abrasi sungai, sehingga merusak infrastruktur, seperti jalan dan tembok penahan, serta mengancam sejumlah sekolah dan rumah warga.

Dalam kunjungannya, Mas Ipin meninjau langsung lokasi terdampak dan menyerahkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Ia juga memberikan buku tulis kepada siswa di salah satu sekolah terdampak di Kecamatan Panggul.

Bupati mengakui bahwa percepatan pemulihan bencana menghadapi tantangan fiskal. “Kerusakan infrastruktur butuh biaya besar, sementara kita masih punya pekerjaan rumah dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, langkah awal yang kita lakukan adalah mendata kerusakan dan memanfaatkan anggaran yang ada untuk pemulihan darurat,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Trenggalek berencana menggunakan anggaran darurat pada awal tahun untuk mempercepat penanganan bencana. Di sisi lain, Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

“Kita harus bekerja sama, baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk mempercepat pemulihan ini,” tutup Mas Ipin.

Berita Lainnya