Networkpedia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tengah mencari sejumlah alternatif pembiayaan guna mempercepat perbaikan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan yang kondisinya banyak mengalami kerusakan.
Langkah ini dilakukan menyusul keterbatasan anggaran daerah untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko, mengungkapkan bahwa kondisi jalan kabupaten saat ini cukup memprihatinkan. Dari total panjang sekitar 850 kilometer, hampir 300 kilometer di antaranya mengalami kerusakan cukup parah.
“Kemantapan jalan kita baru sekitar 66 persen. Sementara kebutuhan untuk pembangunan, peningkatan, hingga pengawasan jalan dan jembatan cukup besar, tetapi anggaran sangat terbatas,” ujar Anjang, Senin (13/10/2025).
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Trenggalek menyiapkan dua skema pembiayaan. Pertama, melalui tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat senilai Rp 19 miliar. Dana tersebut telah terverifikasi dan siap digunakan untuk pembangunan dua infrastruktur utama.
“DAK fisik ini akan digunakan untuk pembangunan ruas jalan Malasan di Kecamatan Durenan menuju perbatasan Tulungagung, serta pembangunan Jembatan Bangunsari di Kecamatan Pule,” jelas Anjang.
Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan dokumen perencanaan agar proyek dapat mulai dikerjakan pada tahun 2026.
Alternatif kedua, lanjut Anjang, yaitu pengajuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 106 miliar. Dana pinjaman ini akan difokuskan untuk perbaikan sejumlah ruas jalan sekaligus pembangunan akses baru menuju RSUD dr Soedomo Trenggalek.
Ruas baru tersebut akan dibangun dari simpang tiga Hotel Widowati ke arah barat, melintasi area persawahan hingga langsung terhubung ke RSUD dr Soedomo. Dengan terealisasinya proyek ini, simpang tiga Widowati akan berubah menjadi simpang empat.
“Harapannya akses baru ini bisa memperlancar mobilitas ambulans menuju rumah sakit. Jalan yang ada sekarang sering padat, terutama saat jam sekolah,” tutur Anjang.
Proyek infrastruktur ini ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2026 dan rampung di tahun yang sama, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.




