Networkpedia.id – Ratusan tenaga honorer dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek mendatangi Pendapa Manggala Praja Nugraha untuk melakukan audiensi terkait perkembangan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di daerah tersebut.
Kedatangan mereka dipicu oleh keputusan pemerintah pusat yang menunda pengangkatan PPPK dan CPNS.
Sebelumnya, pemerintah mengagendakan pengangkatan CPNS secara serentak pada 1 Maret 2025, namun kini mundur menjadi 1 Oktober 2025. Sementara itu, pengangkatan PPPK yang awalnya dijadwalkan Juli 2025 diundur menjadi 1 Maret 2026.
Ratusan Honorer Menunggu Kepastian
Wakil Ketua Asosiasi Penunjang Pemerintah Daerah (APEDE) Trenggalek, Aji Sulistiyono, menyatakan bahwa Pemkab Trenggalek telah membuka formasi PPPK sesuai jumlah tenaga honorer yang ada.
“Pada gelombang pertama, 900 honorer telah lolos seleksi PPPK, sementara pada gelombang kedua terdapat 1.430 honorer yang telah lulus seleksi administrasi,” ujar Aji, Selasa (11/3/2025).
Terkait penundaan pengangkatan PPPK, Aji menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Pemkab Trenggalek Tak Bisa Berbuat Banyak
Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, menuturkan bahwa dalam pertemuan dengan tenaga honorer, tidak ada pembahasan mengenai penundaan pengangkatan.
“Mereka sama sekali tidak menyinggung soal penundaan tersebut, dan kami juga tidak membicarakannya. Pada prinsipnya, kebijakan kepegawaian berada di pemerintah pusat,” jelas Edy.
Lebih lanjut, Edy mengungkapkan bahwa berdasarkan jadwal, kontrak kerja tenaga honorer di Trenggalek akan berakhir pada Juni atau Juli 2025. Namun, hingga kini, Pemkab Trenggalek belum dapat memastikan kapan pengangkatan PPPK akan benar-benar terealisasi.
“Kami tetap menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, sembari memastikan proses administrasi yang telah berjalan tetap sesuai jadwal,” pungkasnya.
Dengan adanya penundaan ini, para tenaga honorer berharap agar pemerintah segera memberikan kepastian terkait status mereka, mengingat banyak di antara mereka yang bergantung pada pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.




