Networkpedia.id – Upaya tanpa lelah Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, dalam memperjuangkan potensi budaya daerah kembali membuahkan hasil membanggakan. Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) yang telah digelar sebanyak 29 kali, resmi masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.
Masuknya FJTT ke dalam kalender nasional menjadi pencapaian penting bagi Kabupaten Trenggalek. Festival budaya yang telah menjadi ikon daerah tersebut kini sejajar dengan berbagai event besar lain di Indonesia. Keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif Novita Hardini yang secara konsisten mengawal aspirasi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi, Novita tidak hanya memperjuangkan satu agenda. Legislator Komisi VII itu juga mendorong dua festival lain di wilayah dapilnya agar bisa masuk dalam KEN 2026.
Berdasarkan data dari akun resmi Karisma Event Nusantara, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka tercatat sebagai salah satu dari 126 event nasional yang masuk kalender Kementerian Pariwisata tahun 2026.
Selain Trenggalek, Jawa Timur juga diwakili oleh Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo, serta Festival Ronthek di Kabupaten Pacitan.
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Jawa Timur. Provinsi ini kembali menjadi salah satu daerah dengan jumlah event terbanyak yang masuk KEN.
Total terdapat 11 festival dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil lolos kurasi nasional. Seluruh event tersebut diusulkan oleh pemerintah daerah masing-masing sebelum akhirnya ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.
Masuknya Festival Jaranan Trenggalek Terbuka dalam KEN 2026 sekaligus menjawab harapan masyarakat pecinta seni budaya, khususnya kesenian jaranan.
Capaian ini juga sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk menjadikan daerah tersebut sebagai pusat pengembangan seni tari kuda, tidak hanya Turonggo Yakso, tetapi seluruh ragam kesenian jaranan Nusantara.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat di pusat mampu mengangkat potensi lokal ke panggung nasional.
Dengan masuknya FJTT dalam KEN 2026, diharapkan sektor pariwisata Trenggalek semakin bergeliat dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.




