Terkendala Lahan Perhutani, 20 Pembangunan Koperasi Merah Putih di TRENGGALEK Masih Tertunda

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Trenggalek terus dikebut. Namun, sebanyak 20 lokasi pembangunan hingga kini masih terkendala persoalan penggunaan lahan milik Perhutani.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan progres pembangunan koperasi sejauh ini berjalan cukup baik berkat dukungan berbagai pihak. Salah satunya pendampingan dari Kodim yang terlibat langsung dalam pelaksanaan di lapangan bersama PT Agrinas.

“Alhamdulillah ini bulan April, progres dari KDMP terus dikebut karena Kodim sebagai pendamping dari PT Agrinas di lapangan sudah berjalan maksimal,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala di sejumlah desa, terutama terkait perizinan lahan Perhutani yang hingga kini masih dalam proses.

“Ada 20 desa yang belum dibangun itu karena masih berproses dengan tanahnya Perhutani. Jadi kita semua berjuang agar segera perizinannya bisa keluar,” jelasnya.

Doding berharap seluruh pembangunan KDKMP dapat diselesaikan sesuai target, yakni pada Agustus 2026. Ia optimistis kendala yang ada dapat segera teratasi melalui koordinasi lintas pihak.

Di sisi lain, bantuan sarana operasional mulai disalurkan kepada koperasi yang telah rampung dibangun. Sebanyak 14 koperasi desa telah menerima bantuan truk sebagai bagian dari program penguatan operasional.

“Hari ini ada 14 yang diserahkan ke koperasi dan itu akan berlanjut ketika nanti bangunannya sudah jadi, akan diserahkan lagi mobil-mobil dari Agrinas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, menjelaskan bahwa program KDKMP kini telah memasuki tahap kedua. Tahap ini difokuskan pada pembangunan lanjutan serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung operasional koperasi.

“Targetnya sekarang masuk etape kedua, yaitu pembangunan sarana dan penyediaan sarana prasarana yang akan didukung dengan operasional,” ujarnya.

Ia merinci, hingga Maret 2026 terdapat 14 koperasi yang telah selesai 100 persen. Saat ini jumlah tersebut bertambah menjadi 15 koperasi, meski satu di antaranya belum tercatat dalam penyerahan bantuan tahap pertama.

“Yang sudah selesai 100 persen per Maret ada 14, hari ini sudah nambah satu lagi jadi 15. Yang mendapatkan truk ini yang sudah selesai 100 persen,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap seluruh hambatan, khususnya terkait perizinan lahan Perhutani, dapat segera diselesaikan agar target pembangunan KDKMP di seluruh wilayah Trenggalek bisa rampung tepat waktu.

Berita Lainnya