BNNK Trenggalek Fokus Awasi Wilayah Pesisir dari Ancaman Peredaran Narkoba

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Sebagai wilayah pesisir yang memiliki akses luas melalui jalur laut dan darat, Kabupaten Trenggalek menjadi perhatian khusus Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek dalam upaya pencegahan peredaran narkoba. Tiga kecamatan pesisir, yaitu Watulimo, Panggul, dan Munjungan, diprioritaskan dalam strategi pengawasan.

Kepala BNNK Trenggalek, AKBP Wiji Rahayu, menyatakan bahwa Kecamatan Watulimo menjadi fokus utama karena wilayah ini terbuka dan memiliki potensi tinggi sebagai jalur peredaran narkoba.

“Saat ini Watulimo menjadi salah satu wilayah dengan fokus pencegahan, karena merupakan wilayah yang sangat terbuka,” jelasnya.

Selain Watulimo, hasil asesmen gabungan yang melibatkan bidang hukum dan medis juga merekomendasikan pengawasan di Kecamatan Munjungan dan Panggul.

Ketiga wilayah ini memiliki akses perbatasan yang luas dan dianggap rawan terhadap ancaman peredaran narkoba.

Wiji menegaskan bahwa nelayan menjadi sasaran utama pencegahan. Hal ini didasari temuan bahwa sebagian nelayan percaya narkoba dapat meningkatkan stamina saat melaut.

“Banyak nelayan yang termakan pemahaman menyesatkan bahwa narkoba bisa menjaga stamina. Ini terkait dengan rendahnya tingkat pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengedar narkoba tidak hanya menyasar kalangan berduit, tetapi juga masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Berdasarkan data yang dihimpun, banyak korban yang berasal dari lulusan SD dan SMP di wilayah Trenggalek.

Program fokus pengawasan wilayah pesisir dan perbatasan ini, menurut Wiji, merupakan tindak lanjut dari instruksi BNN RI.

Meski saat ini Trenggalek belum dikategorikan sebagai daerah rawan, akses luas melalui jalur darat dan laut membuat wilayah ini berpotensi menjadi jalur peredaran narkoba.

“Kondisi pesisir yang sangat terbuka menjadi perhatian serius. Tugas kami adalah memastikan pencegahan terus digalakkan, terutama di wilayah-wilayah prioritas ini,” tegas Wiji.

Saat ini, rencana pengawasan wilayah pesisir masih dibahas dalam forum komunikasi dengan pemangku kepentingan terkait. Langkah-langkah konkret akan segera diambil untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Berita Lainnya