Dispora Trenggalek Dorong Pemerataan Anggaran Cabor dan Optimalisasi Sarpras Olahraga 2026

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerataan anggaran serta pengelolaan sarana dan prasarana olahraga yang lebih proporsional di seluruh cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek pada tahun 2026.

Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya mengurangi kesenjangan anggaran antar cabor sekaligus mendorong pembinaan atlet yang lebih terarah dan berorientasi prestasi.

Arief mengakui, selama ini ketimpangan pembagian anggaran kerap terjadi, khususnya pada cabang olahraga yang memiliki basis massa besar seperti sepak bola. 

Meski demikian, ia menegaskan ke depan pembagian anggaran akan lebih adil dengan mempertimbangkan kebutuhan, program pembinaan, serta potensi prestasi masing-masing cabang olahraga.

“Dalam waktu dekat, KONI akan menggelar musyawarah luar biasa. Sebelum itu, kami akan mengajak seluruh cabang olahraga untuk rembuk bersama. Kami ingin mengetahui master plan masing-masing cabor,” ujar Arief, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, salah satu persoalan mendasar selama ini adalah belum semua cabor memiliki rencana kerja tahunan yang jelas dan terukur. Kondisi tersebut berdampak pada sulitnya menentukan alokasi anggaran hibah yang proporsional.

“Kalau selama ini belum ada rencana kerja tahunan, akan kami dorong supaya disusun. Dengan begitu, pembagian anggaran hibah bisa lebih proporsional dan tepat sasaran,” jelasnya.

Menurut Arief, cabang olahraga yang memiliki program pembinaan yang jelas, potensi atlet yang kuat, serta peluang meraih prestasi akan menjadi prioritas. 

Evaluasi terhadap pelaksanaan program juga akan dilakukan secara berkala, baik di akhir tahun maupun menjelang perubahan anggaran di pertengahan tahun.

Selain fokus pada anggaran, Dispora Trenggalek juga menaruh perhatian serius terhadap optimalisasi sarana dan prasarana olahraga yang sudah ada. Arief menegaskan pihaknya tidak ingin menetapkan target yang terlalu tinggi, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

“Kami tidak muluk-muluk. Fokus kami memaksimalkan sarana yang sudah ada. Misalnya di sepak bola, kita punya beberapa lapangan. Mana yang bisa diprioritaskan untuk pemeliharaan akan kami petakan,” katanya.

Pemeliharaan rutin seperti pemotongan rumput lapangan, perawatan fasilitas, hingga inventarisasi lokasi latihan cabang olahraga lain menjadi prioritas. Ia juga mencontohkan fasilitas latihan panahan di sekitar Lapangan Sumbergedong yang berpotensi dioptimalkan apabila memenuhi standar.

Dalam waktu dekat, Dispora akan mengundang seluruh cabor untuk mengikuti desk pembahasan sebagai dasar perencanaan program sepanjang tahun 2026 agar lebih terarah dan maksimal.

Berita Lainnya