Networkpedia.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Trenggalek menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di 14 Pengurus Anak Cabang (PAC), Selasa (21/4/2026).
Agenda ini menjadi bagian dari siklus lima tahunan partai untuk melakukan restrukturisasi organisasi sekaligus memperkuat mesin politik menghadapi kontestasi mendatang.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPC PDIP Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang juga menjabat sebagai Bupati Trenggalek. Musancab diikuti oleh jajaran pengurus DPC, PAC, hingga pengurus ranting di tingkat desa.
Sekretaris DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa Musancab merupakan momentum penting untuk melakukan pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan.
“Hari ini kita melaksanakan musyawarah anak cabang serentak se-Kabupaten Trenggalek. Ini adalah pergantian lima tahunan untuk pengurus tingkat kecamatan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sekitar 500 peserta yang berasal dari pengurus ranting di seluruh wilayah Trenggalek turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Dalam proses pembentukan kepengurusan baru, PDIP menekankan prinsip regenerasi dengan memberi ruang lebih besar kepada kalangan perempuan dan generasi muda.
Setiap kepengurusan PAC, lanjut Doding, akan diisi oleh 11 orang, dengan komposisi minimal empat perempuan dan tiga kader milenial berusia di bawah 35 tahun.
“Ini bentuk komitmen partai dalam mendorong keterwakilan perempuan dan regenerasi anak muda di struktur organisasi,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam partai terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, di sejumlah kecamatan, komposisi pengurus dari kalangan milenial telah mencapai 50 hingga 70 persen.
Hal tersebut menjadi modal penting bagi PDIP Trenggalek dalam menghadapi Pemilu 2029. Doding optimistis, dengan dominasi kader muda, partai akan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam memahami dinamika politik di ruang digital.
“Anak muda sekarang sangat pintar dan mandiri secara politik. Kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial juga semakin baik,” imbuhnya.
Usai pembentukan kepengurusan, DPC PDIP Trenggalek juga mendorong seluruh kader untuk fokus pada kerja-kerja pengabdian kepada masyarakat. Salah satu program prioritas yang akan dikawal adalah pendataan masyarakat miskin, khususnya warga yang mengalami penonaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Teman-teman akan turun langsung ke lapangan untuk menginventarisasi masyarakat yang BPJS-nya nonaktif agar bisa segera dikoordinasikan,” pungkasnya.



