Networkpedia.id- Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Trenggalek akan menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama mulai tahun ajaran ini. Seluruh siswa yang diterima akan mendapatkan fasilitas asrama dan layanan pendidikan secara gratis.
Plt Kepala Dinas Sosial P3A Trenggalek, Christina Ambarwati, menjelaskan bahwa konsep SR berbeda dengan sekolah konvensional karena menggunakan sistem multi entry dan multi exit. Artinya, setiap anak akan melalui asesmen awal dan proses kenaikan kelas tidak harus mengikuti kalender pendidikan nasional.
“Misalnya ada anak usia 8 tahun, tapi hasil asesmennya menunjukkan ia baru siap di level kelas 1, maka akan ditempatkan di kelas tersebut,” jelas Christina.
Untuk tahun ini, SR membuka kuota terbatas. Pada jenjang SD hanya tersedia 50 kursi dengan tambahan lima siswa dalam daftar tunggu. Sementara untuk jenjang SMP, hanya tersedia 25 kursi dan tiga orang cadangan. Meski kuotanya terbatas, minat terhadap SR cukup tinggi, terutama untuk tingkat SMP.
“Pendaftar SMP sudah mendekati 40 orang. Yang belum masuk kuota kami sarankan tetap melanjutkan sekolah di tempat asal sambil menunggu tahun ajaran berikutnya,” ujarnya.
Christina menekankan bahwa semua institusi pendidikan, termasuk sekolah umum, madrasah, pondok pesantren, hingga panti asuhan, diharapkan mendukung program SR.
Program ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden dan Program Strategis Nasional yang bertujuan menyelesaikan persoalan pendidikan bagi keluarga miskin.
Untuk jenjang SMA, SR Trenggalek belum membuka pendaftaran tahun ini karena keterbatasan fasilitas gedung.
Rencana awal menggunakan Balai Latihan Kerja (BLK) terpaksa ditunda karena belum memenuhi standar sarana prasarana.
“Kami masih butuh lima ruang kelas dan laboratorium. Targetnya tahun depan sudah bisa dibuka,” tambahnya.
Ke depan, SR ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan masing-masing tiga hingga empat rombongan belajar per jenjang.




