Networkpedia.id – Sebuah jembatan yang juga berfungsi sebagai saluran air di wilayah Suren Jenggot, Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, dilaporkan ambles pada Senin (27/1/2025).
Kejadian ini menyebabkan kendaraan roda empat ke atas untuk sementara waktu dilarang melintas demi menghindari risiko kecelakaan.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, mengonfirmasi bahwa kerusakan terjadi di bagian pinggir jembatan, tepatnya pada badan jalan yang menjorok ke tengah dengan lebar sekitar 1,5 meter.
“Iya benar. Anggota sudah berada di lokasi bersama Polsek Watulimo. Kami telah memasang papan peringatan, water barrier, dan police line,” ujar AKP Agus.
Langkah antisipasi telah dilakukan oleh Satlantas Polres Trenggalek bersama Polsek Watulimo. Tanda peringatan dan garis polisi dipasang di sepanjang jalur penghubung antar kecamatan tersebut.
Selain itu, papan peringatan juga dipasang di dua sisi jalan, baik dari arah Kampak maupun Watulimo, agar pengendara dapat memilih rute alternatif.
Demi keselamatan, kendaraan truk, roda empat, maupun roda enam sementara waktu tidak diperbolehkan melintasi jalur tersebut.
Jalan yang menyempit akibat amblesnya jembatan dinilai sangat berbahaya, terutama pada malam hari.
“Jalur ini merupakan penghubung penting antara Kecamatan Watulimo dan Kampak, dengan tingkat aktivitas yang cukup tinggi. Kondisi ini tentu mengganggu mobilitas warga dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” kata AKP Agus.
Pihak kepolisian juga berencana berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk segera menangani kerusakan tersebut agar jalan dapat digunakan kembali dengan aman.
Kejadian ini menjadi perhatian khusus karena jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat. Hingga saat ini, upaya perbaikan masih menunggu langkah dari pihak terkait.
Warga diimbau untuk mematuhi peringatan yang telah dipasang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kondisi jalan yang rawan akibat amblesnya jembatan ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti permasalahan infrastruktur, terutama pada jalur-jalur dengan tingkat mobilitas yang tinggi.




