Networkpedia.id – Momen Iduladha tahun ini menjadi perhatian warga Kabupaten Trenggalek setelah Fighter Corporation menyembelih sapi jumbo berbobot hampir 1 ton di Rumah Potong Hewan (RPH) Pogalan.
Sapi bernama “Bruno” tersebut bahkan disebut sebagai sapi terbesar yang pernah dipotong di RPH milik Dinas Peternakan dan Perikanan Trenggalek.
Ukuran tubuh Bruno yang sangat besar membuat proses penyembelihan harus dilakukan dengan teknik khusus. Tim jagal dan Juru Sembelih Halal (Juleha) RPH Pogalan bekerja ekstra keras agar proses penyembelihan berjalan aman dan sesuai prosedur.
CEO Fighter Corporation, Feri Bagus Setiawan, mengatakan bahwa ibadah kurban menjadi agenda rutin perusahaan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap karyawan dan masyarakat sekitar.
“Ibadah kurban ini memang menjadi agenda rutin keluarga besar Fighter Corporation. Kami bersyukur tahun ini bisa menyembelih sapi dengan berat estimasi hampir 1 ton,” ujar Bagus.
Ia menjelaskan, pembagian daging kurban diprioritaskan untuk ratusan karyawan perusahaan serta warga di sekitar lingkungan usaha. Saat ini Fighter Corporation memiliki sekitar 200 karyawan aktif yang seluruhnya menerima manfaat kurban.
“Target utama pembagian daging ini untuk internal karyawan dan masyarakat sekitar. Selain karyawan, ratusan warga juga menerima paket kurban,” jelasnya.
Bagus menambahkan, pihaknya sengaja memilih RPH Pogalan sebagai lokasi penyembelihan karena ukuran sapi yang sangat besar membutuhkan fasilitas lebih aman dan higienis dibanding penyembelihan biasa.
“Mengingat ukuran sapinya sangat besar, kami memutuskan menyembelihnya di RPH agar prosesnya lebih aman, higienis, dan sesuai SOP,” imbuhnya.
Sapi jumbo tersebut didatangkan langsung dari peternak asal Ngadiluwih, Kediri. Sebelum dipotong, dokter hewan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan guna memastikan daging layak konsumsi.
Pengelola sekaligus Juleha RPH Pogalan, Suyitno, mengungkapkan bahwa sapi milik Fighter Corporation resmi menjadi sapi terbesar yang pernah ditangani pihaknya.
“Pada timbangan awal beratnya melebihi 1 ton. Setelah proses pemuasaan sesuai SOP, bobot bersihnya sekitar 970 kilogram,” terang Suyitno.
Menurutnya, sapi berbobot nyaris 1 ton tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim jagal. Biasanya sapi di bawah 700 kilogram masih dapat ditangani secara manual, sedangkan Bruno membutuhkan strategi khusus saat proses perobohan dan penyembelihan.
Meski demikian, seluruh proses penyembelihan akhirnya berhasil diselesaikan dengan aman dan lancar. Momentum tersebut sekaligus menjadi evaluasi penting bagi RPH Pogalan untuk meningkatkan fasilitas penanganan sapi berukuran jumbo.
Suyitno berharap pemerintah daerah dapat melengkapi RPH dengan kandang penjepit otomatis atau alat hidrolik agar penanganan sapi besar lebih mudah dan aman di masa mendatang.



