Rawan Longsor Ancam Pengendara, Polisi Pasang Spanduk Imbauan di Jalur Trenggalek-Ponorogo

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Ancaman longsor di jalur nasional Trenggalek-Ponorogo tepatnya di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, membuat aparat kepolisian meningkatkan langkah antisipasi. Untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mengingatkan pengguna jalan, Satlantas Polres Trenggalek memasang sejumlah spanduk imbauan di kawasan rawan guguran batu tersebut.

Pemasangan spanduk dilakukan setelah kembali terjadi guguran material batu yang sempat menyebabkan jalur utama penghubung Trenggalek-Ponorogo ditutup total sementara waktu. Kondisi tanah yang masih labil dinilai berbahaya, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto mengatakan langkah pemasangan spanduk dilakukan sebagai bentuk peringatan dini kepada para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas.

“Iya betul. Jadi kemarin terjadi guguran material berupa batu di KM 16 sehingga sempat ditutup total untuk menghindari jatuhnya korban. Oleh sebab itu, sebagai salah satu upaya pencegahan kita pasang spanduk agar pengguna jalan bisa lebih berhati-hati,” ujarnya.

Sedikitnya empat spanduk bertuliskan “Jalur Rawan Longsor, Hati-hati Berkendara” dipasang di titik strategis sebelum dan sesudah lokasi longsor. Spanduk tersebut dibuat mencolok agar mudah dibaca oleh pengendara dari dua arah.

Menurut AKP Sony, keberadaan spanduk sangat penting khususnya bagi pengguna jalan dari luar daerah yang belum memahami kondisi jalur pegunungan Trenggalek-Ponorogo yang rawan longsor saat musim hujan.

Selain memasang imbauan, polisi bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi. Material longsor dibersihkan, sementara batu yang masih menggantung di tebing terus diawasi karena berpotensi jatuh sewaktu-waktu.

Petugas kepolisian juga disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan menghindari kemacetan akibat sistem buka tutup yang masih diberlakukan hingga kondisi dinyatakan aman.

“Saat ini masih diberlakukan sistem buka tutup. Namun jika kondisi kontijensi, hujan deras ataupun terjadi longsor susulan kita akan tutup total kembali,” pungkasnya.

Berita Lainnya