Networkpedia.id – Kepala Kepolisian Resor Trenggalek, Ridwan Maliki, menghadiri panen raya padi organik sekaligus peletakan batu pertama atau ground breaking wisata agro organik di Desa Durenan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata jajaran Polres Trenggalek terhadap penguatan ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto. Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertanian ramah lingkungan berbasis organik terintegrasi.
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Ridwan Maliki bersama sejumlah pejabat utama Polres Trenggalek turun langsung ke area persawahan untuk memanen padi organik menggunakan alat modern combine harvester.
Tidak hanya itu, Kapolres juga melakukan penanaman bibit kelapa sebagai simbol dimulainya pembangunan kawasan wisata agro organik di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, AKBP Ridwan menjelaskan bahwa panen padi organik tersebut merupakan panen perdana hasil kerja sama Polres Trenggalek dengan KPT-P4 Buana Alam Lestari.
Program pengembangan pertanian organik itu telah dijalankan sejak sekitar satu tahun terakhir.
Menurutnya, konsep yang diusung tidak hanya fokus pada pertanian semata, melainkan pengembangan organik terintegrasi yang mencakup sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga peternakan dalam satu kawasan terpadu berbasis pelestarian lingkungan.
“Sudah kita awali dengan budidaya udang vaname di Panggul dan Prigi Watulimo. Alhamdulillah sudah berhasil panen dan hasilnya sangat bagus,” ujar AKBP Ridwan.
Ia menambahkan, hasil panen dari lahan seluas 1,2 hektare itu nantinya akan diuji secara ilmiah. Pengujian dilakukan untuk mengetahui jumlah produksi hingga kandungan nutrisi seperti karbohidrat, protein, kalori, dan unsur lainnya.
Lebih lanjut, keberadaan wisata agro organik tersebut diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi petani, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar dan wisatawan. Kawasan itu nantinya dirancang sebagai laboratorium hidup untuk mempelajari konsep pertanian organik sekaligus pelestarian lingkungan.
“Sehingga keberadaannya bisa turut menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentunya diperlukan dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.



