Pasar Rakyat Trenggalek Diklarifikasi Terkait Rumor Fasilitas Tenda Gratis

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Kegiatan Pasar Rakyat Trenggalek yang digelar sejak 23 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 mendapat sorotan publik akibat adanya rumor bahwa 100 pedagang kaki lima (PKL) diberikan fasilitas tenda atau stand gratis.

Media Networkpedia, yang sebelumnya mempublikasikan informasi tersebut, telah menyampaikan permintaan maaf dan mengklarifikasi kesalahan dalam penulisan berita.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan penulisan terkait fasilitas stand gratis bagi 100 PKL di Pasar Rakyat Trenggalek. Berita tersebut telah diperbarui sesuai fakta yang ada,” demikian pernyataan resmi dari tim Media Networkpedia.

Pasar Rakyat Trenggalek yang diinisiasi oleh Event Organizer (EO) One Rich ini menghadirkan berbagai hiburan seni dan budaya, seperti tarian tradisional, campursari, keroncong, hingga penampilan band lokal. Acara ini menjadi daya tarik besar bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

Adapun kebijakan untuk lapak gratis di peruntukan untuk PKL tertentu seperti, pedagang yang tidak mampu dan PKL yang menyandang disabilitas l.

Klarifikasi ini mengonfirmasi bahwa rumor tentang tenda gratis bagi 100 PKL tidak benar. Pihak penyelenggara memastikan bahwa fasilitas stand atau tenda dalam acara ini disewakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Hingga kini, tidak ada kebijakan resmi terkait pemberian stand gratis.

Sementara itu, EO One Rich menjelaskan bahwa pengelolaan stand tetap dilakukan secara profesional dan mengikuti prosedur yang berlaku. Acara ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM dan PKL tanpa memberikan fasilitas yang bersifat khusus.

Dukungan Masyarakat Tetap Tinggi

Meskipun isu ini sempat mencuat, kegiatan Pasar Rakyat Trenggalek tetap mendapat respons positif dari masyarakat dan peserta.

Dengan berakhirnya kegiatan pada 5 Januari 2025, penyelenggara diharapkan dapat terus meningkatkan transparansi dan koordinasi dalam pelaksanaan acara serupa di masa depan, guna menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu.

Berita Lainnya