Satu Tahun Menjelang Deadline, 12 Bidang Lahan Bendungan Bagong Belum Tersentuh

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Di balik deru pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, masih ada lahan yang belum tersentuh pembebasan. 

Panitia Pengadaan Tanah (P2T) mencatat, dari total bidang tanah yang harus dibebaskan, 12 di antaranya atau 0,89 persen belum tersentuh proses sama sekali.

Sekretaris P2T Bendungan Bagong, Yuli Efendi, menyebut hingga kini sudah ada 996 Nomor Identifikasi Sistem (NIS) yang dibayar ganti rugi. 

Jumlah itu setara 81,31 persen dari total lahan yang dibutuhkan. Sisanya, 229 NIS belum terbayarkan, dan 218 NIS masih dalam proses pembebasan.

“Yang benar-benar belum terproses itu hanya 12 NIS, tetapi 12 bidang ini bukan sekadar angka. Di sanalah pekerjaan kami masih tertahan,” ungkap Yuli, Kamis (14/8/2025).

Proses di lapangan tak selalu berjalan mulus. Waktu untuk bertemu pemilik lahan sering tak sejalan dengan kesibukan warga. Saat musim hajatan tiba, pertemuan makin sulit terwujud. 

“Kadang jadwal sudah disusun, tapi pemilik lahan tak bisa hadir. Musim punya hajat membuat jadwal semakin terjeda,” katanya.

Batas waktu akhir pembebasan lahan tinggal setahun lagi, tepatnya 22 Agustus 2026, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/417/KPTS/013/2023.

Waktu terus bergulir. Setiap hari yang terlewat berarti satu langkah mundur dari target. Yuli tetap menyimpan optimisme penuh, namun bayang-bayang keterlambatan selalu mengintai. 

“Insyaallah optimis bisa kita selesaikan sebelum batas akhir tersebut,” ujarnya.

Bendungan Bagong digadang-gadang menjadi penopang ketahanan air dan pangan Trenggalek, pengendali banjir, sekaligus sumber kehidupan baru bagi ribuan warga. 

Namun, di atas kertas target, masih ada tanah yang belum berpindah tangan, masih ada cerita yang belum usai.

Di sela deretan angka dan persentase, 12 bidang yang belum tersentuh itu menjadi simbol bahwa di proyek sebesar apa pun, hambatan terkecil bisa menjadi batu yang membuat langkah tersendat. Dan jika batu itu tak segera disingkirkan, waktu bisa menjadi lawan yang paling kejam.

Berita Lainnya