Kapasitas Dipangkas Demi Mutu, Trenggalek Masih Kekurangan Puluhan SPPG

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek terus berjalan dengan sejumlah penyesuaian. 

Salah satu kebijakan yang kini diterapkan adalah pengurangan kapasitas produksi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi menjaga kualitas makanan. 

Namun, langkah ini berdampak pada belum terpenuhinya kebutuhan layanan secara menyeluruh.

Wakil Ketua Satgas Trenggalek, Sunarto, mengungkapkan bahwa saat ini total SPPG yang tersedia mencapai 71 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 69 SPPG yang direncanakan sebelumnya serta tambahan dua unit dari pemerintah pusat. Meski demikian, dari total tersebut baru 66 SPPG yang telah beroperasi.

“Yang operasional saat ini 66, sementara sisanya masih dalam proses,” ujarnya.

Sunarto menjelaskan, lima SPPG yang belum beroperasi terdiri dari tiga unit mitra dan dua unit dari pemerintah pusat. Sementara untuk SPPG yang sudah aktif dari unsur Suspen, terdapat dua lokasi, yakni di daerah Ngetal, Kecamatan Pogalan, serta di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.

Di sisi lain, dua lokasi lain yang direncanakan yakni di Serabah, Kecamatan Bendungan, dan Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, hingga kini masih belum beroperasi.

Meski jumlah SPPG terus bertambah, kondisi tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan MBG di seluruh wilayah Trenggalek. Hal ini disebabkan adanya kebijakan pengurangan jumlah porsi yang dilayani setiap SPPG.

“Sekarang tiap SPPG hanya melayani sekitar 2.500 penerima manfaat, sebelumnya bisa lebih dari 3.000 porsi,” jelas Sunarto.

Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan beban produksi yang lebih ringan, dapur SPPG dapat lebih optimal dalam menyiapkan makanan bergizi sesuai standar.

“Kalau terlalu banyak, tentu ada risiko dalam pengelolaan. Dengan pengurangan ini, kualitas bisa lebih terjaga,” imbuhnya.

Kebijakan tersebut telah diterapkan dalam satu hingga dua bulan terakhir dan dinilai juga berdampak pada efisiensi pengawasan di lapangan.

Dengan kapasitas yang dipangkas, Trenggalek diperkirakan masih membutuhkan sekitar 100 SPPG agar seluruh sasaran program MBG dapat terlayani maksimal. 

Pemerintah daerah bersama Satgas pun terus melakukan evaluasi guna menyeimbangkan antara perluasan jangkauan layanan dan peningkatan kualitas makanan bagi masyarakat.

Berita Lainnya