Oprit Jembatan Banger Rusak Saat Masa Pemeliharaan, PUPR Trenggalek Pastikan Tanggung Jawab Penyedia

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Oprit Jembatan Banger yang berada di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, mengalami kerusakan meski proyek pembangunan jembatan tersebut baru selesai dikerjakan. 

Kerusakan pada jalan pendekat jembatan itu sempat berdampak pada arus lalu lintas, sehingga akses menuju jembatan harus ditutup sementara demi keamanan pengguna jalan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Anjang Purwoko, menjelaskan bahwa secara administrasi dan kontrak, pekerjaan pembangunan Jembatan Banger sebenarnya telah dinyatakan selesai dan sudah dilakukan serah terima. Namun, kerusakan muncul ketika proyek masih berada dalam masa pemeliharaan.

“Secara kontrak pekerjaan sudah selesai dan sudah diserahterimakan. Tetapi dalam perjalanannya terjadi kerusakan. Karena masih dalam masa pemeliharaan, maka kami perintahkan penyedia untuk melakukan perbaikan. Ini masih menjadi tanggung jawab penyedia,” ujar Anjang.

Ia menegaskan, seluruh biaya yang timbul akibat perbaikan tersebut tidak dibebankan kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Sesuai ketentuan kontrak, kewajiban perbaikan sepenuhnya berada di tangan pihak penyedia jasa.

“Perbaikan itu menjadi tanggung jawab penyedia, baik secara teknis maupun pembiayaan. Tidak menjadi beban pemerintah daerah,” tegasnya.

Anjang menambahkan, masa pemeliharaan proyek infrastruktur umumnya telah diatur dalam kontrak. Untuk proyek Jembatan Banger, masa pemeliharaan masih berlangsung.

“Biasanya masa pemeliharaan minimal enam bulan dan maksimal satu tahun. Untuk detail pastinya nanti kami cek kembali di kontrak,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa kerusakan yang terjadi tidak menyentuh struktur utama jembatan. Kerusakan hanya terjadi pada bagian oprit atau jalan pendekat.

“Yang rusak itu opritnya, bukan struktur jembatan. Secara struktur jembatan tidak ada masalah,” ungkapnya.

Terkait penyebab kerusakan, Anjang menyebut beberapa faktor, di antaranya kondisi cuaca saat pelaksanaan pekerjaan.

“Waktu pelaksanaan sering hujan deras sehingga pemadatan tanah kurang sempurna. Di sisi lain, penyedia tetap dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak,” katanya.

Selain itu, tingginya volume lalu lintas, khususnya kendaraan angkutan bertonase berat, turut mempercepat kerusakan pada oprit jembatan.

PUPR Trenggalek telah memanggil pihak penyedia untuk melakukan evaluasi dan memastikan perbaikan segera dilakukan. Saat ini akses menuju jembatan ditutup total selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami targetkan perbaikan bisa selesai dalam waktu dekat, semoga sebelum akhir tahun atau sekitar satu minggu ke depan. Kami mohon maaf kepada masyarakat karena lalu lintas terganggu, namun ini demi keamanan bersama,” pungkas Anjang.

Berita Lainnya