Networkpedia.id – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi nyata bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Trenggalek.
Sejumlah UMKM lokal kini merasakan lonjakan omzet setelah terlibat langsung dalam rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satu UMKM yang merasakan manfaat tersebut adalah Prima Rasa Cake and Bakery yang berlokasi di Kecamatan Pule.
Pemilik usaha, Erna Yunita, mengungkapkan bahwa program MBG menjadi peluang baru bagi pengembangan usahanya yang telah dirintis selama empat tahun.
Sebelumnya, produk Prima Rasa dipasarkan melalui etalase toko jejaring waralaba serta kantin-kantin sekolah.
Peluang kerja sama dengan SPPG muncul setelah adanya arahan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) Kabupaten Trenggalek untuk memanfaatkan program MBG sebagai pasar potensial.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Erna menawarkan produk rotinya ke sejumlah SPPG di wilayah Kecamatan Pule. Hasilnya, dua SPPG, yakni SPPG Desa Tanggaran dan SPPG Desa Jombok, menyatakan minat dan rutin memesan roti basah.
“Alhamdulillah, ada dua SPPG yang berminat. Dalam seminggu biasanya ada tiga kali pemesanan,” ujar Erna, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, pesanan tersebut diperuntukkan bagi sasaran program MBG, mulai dari balita, ibu hamil, hingga anak sekolah.
Dampaknya, omzet usahanya mengalami peningkatan signifikan. Jika pada hari biasa omzet hanya sekitar Rp 2 juta per hari, saat menerima pesanan MBG bisa melonjak hingga Rp 6 juta per hari.
Lonjakan permintaan itu memaksa Erna menambah tenaga kerja serta memperbarui peralatan produksi dengan kapasitas lebih besar. Namun demikian, ia mengaku masih kewalahan karena harus tetap melayani pelanggan reguler.
Bahkan, tawaran kerja sama dari SPPG lain terpaksa ditunda akibat keterbatasan kapasitas produksi.
Sementara itu, Kepala Dinas Komidag Trenggalek, Saniran, menyebut hingga kini terdapat lima UMKM binaan yang telah terhubung langsung dengan SPPG. Seluruhnya melaporkan peningkatan omzet yang positif.
Menurutnya, Pemkab Trenggalek secara aktif mendorong kolaborasi UMKM dan SPPG melalui skema business matching guna menciptakan efek ganda ekonomi lokal. Terbaru, kegiatan tersebut melibatkan 90 UMKM dan 52 SPPG.
“Kebijakan ini merupakan amanat Bupati agar program MBG benar-benar memberikan multiplier effect bagi produk lokal,” tegas Saniran.




