Megengan Kubro Jatigepluk Semarak, Tradisi Budaya dan Edukasi Anak Sambut Ramadan

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Tradisi tahunan Megengan kembali digelar dengan penuh semarak oleh masyarakat Jatigepluk, Desa Kedunglurah, Kabupaten Trenggalek. 

Kegiatan yang digagas oleh K. Asrofi Alwi bersama warga ini dikemas dalam rangkaian Megengan Masjid Ar-Ridlo, haflah, serta Megengan Kubro sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga wujud nyata upaya nguri-uri budaya, kirim doa untuk leluhur, serta mempererat kebersamaan antarwarga. 

Selain itu, Megengan Kubro juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak agar lebih aktif dalam kegiatan positif dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan handphone.

Sejak awal pelaksanaan, suasana lingkungan Jatigepluk tampak semarak. Warga bergotong royong menyukseskan acara, sementara anak-anak menjadi pusat perhatian dalam berbagai perlombaan yang digelar. 

Mulai dari lomba keagamaan hingga permainan tradisional, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung penuh antusias dan keceriaan.

Pada lomba keagamaan, anak-anak menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam hafalan Surat Yasin, adzan dan iqomah, hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an, serta doa-doa harian. 

Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter religius generasi muda agar lebih dekat dengan masjid dan madrasah, serta menumbuhkan semangat belajar agama menjelang Ramadan.

Sementara itu, suasana semakin meriah saat lomba permainan tradisional digelar. Beragam permainan seperti makan kerupuk, balap karung, balap kelereng, memasukkan paku ke botol, meletuskan balon, makan roti, copil, cokotan kambil, hingga sundul balon berhasil mengundang tawa dan kegembiraan. Tercatat sebanyak 53 anak turut ambil bagian dalam lomba-lomba tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Ridlotul ‘Ulum, Muhammad Bahau Syifa’, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang sangat penting. 

“Megengan bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana mendidik anak-anak agar mencintai Al-Qur’an, rajin mengaji, aktif ke masjid, serta lebih bijak dalam menggunakan handphone.” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Kebersamaan dan semangat gotong royong diharapkan mampu menjaga tradisi Megengan agar terus berlangsung setiap tahun.

Melalui Megengan Kubro ini, masyarakat Jatigepluk berharap nilai religius, budaya, dan kebersamaan tetap terjaga, sekaligus melahirkan generasi muda yang berakhlak, aktif, dan mencintai warisan budaya lokal.

Berita Lainnya