Berbagi di Bulan Suci, Polres Trenggalek Bagikan Ratusan Takjil dan Apresiasi Pengendara Tertib

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Suasana sore di Kabupaten Trenggalek terasa berbeda pada Rabu (25/2/2026). Menjelang waktu berbuka puasa, jajaran Polres Trenggalek bersama organisasi pemuda, mahasiswa, dan insan media turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara.

Kegiatan pembagian takjil tersebut dilaksanakan di dua titik strategis, yakni di depan Mako Polres Trenggalek dan Pos 12 Widowati. Sebanyak 300 paket takjil dibagikan kepada pengendara yang melintas sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang tertib berlalu lintas selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kapolres Trenggalek, Ridwan Maliki, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat sinergi dengan berbagai elemen.

“Pada sore hari ini kami dari Polres Trenggalek bersama organisasi pemuda, mahasiswa, dan rekan-rekan media bersama-sama membagikan takjil kepada pengendara yang melintas di depan Mako Polres dan Pos 12,” ujarnya.

Selain sebagai kegiatan berbagi, pembagian takjil ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Ridwan menilai kesadaran masyarakat Trenggalek terhadap keselamatan berkendara cukup baik.

“Kami sengaja memberikan takjil sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang sudah tertib. Tadi bisa dilihat, pengendara yang melintas seluruhnya menggunakan helm,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengendara yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba, sekaligus membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam kesempatan yang sama, Ridwan juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait tradisi membangunkan sahur. Ia mengakui bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai positif sebagai bentuk kepedulian antarwarga.

Namun demikian, Ridwan menekankan pentingnya menjaga etika dan ketertiban umum agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat lain.

“Membangunkan sahur itu niatnya baik, tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik pula. Hindari penggunaan sound system berlebihan yang dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat Trenggalek agar cukup menggunakan sarana yang sederhana dan tidak menimbulkan kebisingan berlebih. Dengan demikian, suasana Ramadan dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.

Berita Lainnya