Networkpedia.id – Dari total 157 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah terbentuk di Kabupaten Trenggalek, hingga awal November 2025 baru lima koperasi yang mulai menjalankan aktivitas usaha.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek, Saniran, menjelaskan bahwa sebagian besar koperasi tersebut masih dalam tahap persiapan administrasi dan pembentukan struktur kelembagaan.
“Dari 157 koperasi, yang benar-benar sudah menjalankan usaha ada lima,” ungkap Saniran, Kamis (6/11/2025).
Kelima koperasi yang telah aktif antara lain KDMP Tumpuk, yang sudah bekerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, KDMP Karangsuko, Kedungsigit, dan Wonoanti tengah menjajaki kerja sama dengan Pusat Perdagangan Indonesia (PPI) di bidang sembako.
Sementara KDMP Ngares difasilitasi untuk menjalin kemitraan dengan toko swalayan berjejaring dalam pengoperasian koperasi.
Saniran menyebut, pihaknya saat ini juga fokus menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2023 tentang pendataan aset desa. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan lahan pendirian gerai KDMP di tingkat desa maupun aset kelurahan bagi koperasi kelurahan.
“Kami sedang menindaklanjuti pendataan aset desa agar setiap KDMP memiliki lokasi gerai yang jelas,” ujarnya.
Terkait struktur organisasi, Saniran menegaskan bahwa pengurus koperasi tidak diperkenankan berasal dari perangkat desa, sementara posisi pengawas tetap diisi oleh kepala desa atau lurah.
“Pengurus justru diimbau bukan dari aparatur desa, tapi pengawasnya memang harus dari kepala desa atau lurah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemilihan pengurus dilakukan melalui musyawarah desa yang melibatkan tokoh masyarakat agar kepengurusan lebih representatif dan mandiri.
Saniran mengakui, masih banyak kendala yang dihadapi dalam mengoperasikan koperasi baru ini. Selain karena masih tahap awal, sebagian besar KDMP di Trenggalek merupakan pendirian baru, bukan hasil penggabungan dari koperasi lama.
“Karena ini sesuatu yang baru, pengurus juga masih beradaptasi. Kami terus menyiapkan SDM dan dukungan teknis agar koperasi bisa segera beroperasi mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.




