Networkpedia.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi daging kurban.
Peringatan ini disampaikan mengingat tingginya konsumsi daging sapi dan kambing selama perayaan Idul Adha yang berisiko berdampak pada kesehatan, terutama bagi penderita penyakit tidak menular.
Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, dr Sunarto, menjelaskan bahwa daging kurban memiliki kandungan gizi tinggi, namun jika dikonsumsi secara berlebihan dan diolah dengan cara yang kurang sehat, bisa memicu gangguan kesehatan.
Ia menyebut, dalam 100 gram daging sapi terkandung 273 kilokalori (kkal), 17,5 gram protein, dan 22 gram lemak. Sementara daging kambing mengandung 149 kkal, 16,6 gram protein, dan 9,2 gram lemak per 100 gram.
“Kalau dilihat, kandungan energi dan lemak pada daging sapi lebih tinggi dari daging kambing. Jadi perlu bijak dalam mengonsumsinya,” ujar dr Sunarto
Ia juga memberikan tips penyimpanan daging kurban agar tetap aman dikonsumsi. Daging sebaiknya langsung dipotong kecil sesuai kebutuhan, lalu dibekukan tanpa dicuci terlebih dahulu. Saat akan dimasak, daging yang telah dicairkan baru dicuci dan tidak boleh dibekukan kembali.
Dalam hal pengolahan, dr Sunarto menyarankan metode memasak tanpa tambahan minyak atau santan, seperti memanggang atau merebus, untuk mengurangi asupan kalori dan lemak.
Ia juga menegaskan bahwa penderita hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes tetap boleh mengonsumsi daging, namun dalam porsi terbatas dan dengan teknik memasak yang sehat.
“Prinsipnya, konsumsi daging boleh saja, tapi sesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan masing-masing. Jangan sampai karena momen kurban, kita mengabaikan keseimbangan gizi dan malah jatuh sakit,” tandasnya.
Ia menambahkan, konsumsi daging perlu diimbangi dengan asupan serat dari sayuran untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan menghindari lonjakan lemak dalam tubuh.




