Diserbu Ribuan Pengunjung, Extravaganza Pasar Pon Jadi Motor Penggerak Ekonomi UMKM

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Event Extravaganza yang digelar di kawasan Pasar Pon Trenggalek mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Kegiatan yang berlangsung selama 11 hari, mulai 28 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026 ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus menjadi wadah ekspresi seni bagi masyarakat.

Ketua panitia pelaksana, Kusnudin, mengatakan event Extravaganza awalnya digagas untuk menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan Karang Taruna Kecamatan serta Minak Sopal Group. 

Selain itu, panitia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang telah memberikan izin penggunaan area Pasar Pon sebagai lokasi acara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Trenggalek yang sudah memberikan izin sehingga acara ini bisa terlaksana dengan lancar. Harapan kami, tahun depan event ini bisa terus berlanjut,” ujar Kusnudin.

Menurutnya, Extravaganza tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. 

Terutama bagi UMKM serta para pegiat seni, khususnya seni tari, yang dapat mengekspresikan bakat mereka melalui panggung yang disiapkan panitia.

Selama pelaksanaan, berbagai kegiatan digelar, mulai dari lomba dan pertunjukan tari, seni bela diri, hingga penampilan artis dari luar daerah. Selain itu, penyanyi dan seniman lokal Trenggalek juga dilibatkan agar tetap memberikan ruang kreasi bagi talenta daerah.

Dari sisi UMKM, panitia menyediakan sekitar 100 lapak pedagang. Namun hingga saat ini, tercatat sekitar 70 pedagang yang aktif berjualan. Antusiasme masyarakat dinilai sangat tinggi, terutama dari kalangan pedagang yang merasakan langsung dampak ekonomi dari event tersebut. 

Rata-rata jumlah pengunjung per hari mencapai sekitar 2.000 orang, bahkan saat penampilan artis besar seperti Rindi Safira, jumlah pengunjung meningkat hingga lebih dari 5.000 orang.

Salah satu pedagang, Eko Wasis, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menyebut, sebelum ada acara, omzet hariannya hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. 

Namun selama event berlangsung, pendapatannya bisa melonjak hingga Rp1 juta bahkan mencapai Rp2 juta, tergantung pada ramainya acara panggung.

“Alhamdulillah, acara seperti ini sangat mendukung UMKM. Ekonomi PKL di Pasar Pon jadi lebih hidup,” pungkasnya.

Berita Lainnya