ESI Trenggalek Serap Strategi Pengembangan Esports Asia Tenggara, Dorong Pemetaan Potensi Daerah

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id. – Pengurus Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Trenggalek mengikuti agenda resmi Penyambutan Delegasi Federasi Nasional Esports se-Asia Tenggara yang digelar oleh Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) secara daring melalui Zoom Meeting, Minggu (25/1/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja PB ESI tahun 2026 dalam rangka memperkuat diplomasi dan kolaborasi antarorganisasi esports di kawasan regional.

Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat PB ESI Nomor 001-II/PB-ESI/I/2026 dan diikuti oleh perwakilan ESI dari berbagai daerah di Indonesia serta federasi esports negara-negara Asia Tenggara. 

Forum ini dimanfaatkan sebagai wadah berbagi pengalaman sekaligus penyamaan visi dalam pengembangan ekosistem esports yang berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, perwakilan ESI Provinsi Lampung menyoroti belum meratanya perkembangan esports di Indonesia. Menurutnya, pembinaan dan kompetisi masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga daerah lain belum mendapatkan porsi pengembangan yang optimal.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Federasi Esports Thailand memaparkan sistem pembinaan yang diterapkan di negaranya. 

Thailand saat ini memiliki 77 provinsi, dengan sekitar 50 provinsi telah terdaftar resmi dalam Thailand Esports Federation. Setiap provinsi diberi tanggung jawab mengembangkan esports di wilayahnya masing-masing dengan tetap mengacu pada kebijakan pusat.

Selain itu, Thailand menerapkan pemetaan potensi daerah berbasis cabang gim. Setiap provinsi difokuskan pada game tertentu sesuai dengan kekuatan atlet lokal. 

Pola ini dinilai efektif dalam menciptakan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Federasi Thailand juga menekankan pentingnya komunikasi aktif dengan pemerintah serta penyusunan proposal berbasis indikator capaian untuk memperoleh dukungan anggaran.

Wakil Sekretaris ESI Kabupaten Trenggalek, Wildan Bisri, menyampaikan bahwa diskusi tersebut memberikan banyak pembelajaran strategis bagi daerah. Ia menilai konsep pemetaan potensi dan pendekatan berbasis data sangat relevan untuk diterapkan di Trenggalek.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pengembangan esports dari daerah hingga level Asia Tenggara. Konsep pemetaan potensi dan komunikasi aktif dengan pemerintah menjadi referensi berharga bagi kami,” ujar Wildan.

Ia menambahkan, Trenggalek memiliki peluang besar untuk menerapkan sistem serupa dengan memetakan potensi atlet dan tim di tiap kecamatan. Dengan begitu, pembinaan dapat dilakukan lebih fokus dan terarah.

Melalui keikutsertaan dalam agenda ini, ESI Trenggalek menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerataan pengembangan esports, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan prestasi atlet daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Berita Lainnya