Lebih dari Separuh Pasar di Trenggalek Butuh Revitalisasi, Dua Tahun Terakhir Tak Dapat Dukungan Dana Pusat

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Kondisi sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Trenggalek dinilai semakin memprihatinkan. Dari total 23 pasar daerah yang dikelola pemerintah, lebih dari separuh membutuhkan revitalisasi mendesak. 

Namun, upaya perbaikan masih terkendala karena dua tahun terakhir pemerintah daerah tidak memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, mengungkapkan bahwa banyak bangunan pasar sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan pedagang. 

Beberapa di antaranya masih menggunakan konstruksi swadaya yang kini dinilai berisiko tinggi. 

“Yang belakang itu dulu loss-nya swadaya. Akan kita upayakan dari APBD meskipun biayanya kecil, yang penting menjamin keamanan. Ada potensi roboh, risikonya tinggi sekali,” ujarnya.

Saniran menjelaskan bahwa revitalisasi pasar biasanya dibiayai menggunakan anggaran pusat melalui dana dekonsentrasi atau Dana Alokasi Khusus (DAK). 

Namun, sejak dua tahun terakhir, skema tersebut tidak bisa diakses karena perubahan kebijakan. 

“Repetalisasi itu biasanya dari dana pusat. Dekon dari kementerian sudah tidak ada lagi, sedangkan DAK sekarang berbasis tematik. Tahun 2024 temanya pariwisata, 2025 industri,” jelasnya.

Trenggalek dinilai tidak memenuhi kriteria tema DAK tersebut karena tidak memiliki pasar wisata maupun pasar pemasok produk industri. 

“Kita tidak punya pasar wisata seperti di Bali Pasar Sukowati. Untuk industri juga tidak ada pasar pemasok produk-produk industri, jadi tidak layak mendapatkan itu,” lanjutnya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. 

Saniran menegaskan usulan perbaikan pasar tetap diajukan setiap tahun, namun keputusan alokasi anggaran sepenuhnya berada pada pemerintah pusat yang menilai urgensi kebutuhan tiap daerah.

Beberapa pasar disebut membutuhkan perbaikan mendesak, di antaranya Pasar Dongko yang menjadi prioritas utama, disusul Pasar Sobo yang telah diajukan berulang kali. 

Pasar Tugu, Pasar Karangan, dan Pasar Panggul juga termasuk dalam daftar pasar yang belum pernah tertangani secara menyeluruh. 

“Pasar Tugu itu sudah pernah direvitalisasi tapi belum penuh, masih sebagian. Kemudian Pasar Karangan, Pasar Panggul, banyak semuanya hampir,” ucapnya.

Dengan banyaknya pasar yang membutuhkan perbaikan, Saniran berharap adanya perubahan kebijakan atau dukungan anggaran yang memungkinkan revitalisasi berjalan lebih cepat demi keamanan pedagang dan kenyamanan masyarakat.

Berita Lainnya