Networkpedia.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi membentuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebagai dinas baru pada tahun 2026. Pembentukan Dispora dilakukan melalui pemisahan dari Dinas Pendidikan guna memperkuat fokus pembinaan kepemudaan, pengembangan atlet, serta pengelolaan sarana dan prasarana olahraga di daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Arif Setiawan, mengatakan Dispora kini mengampu tiga bidang utama, yakni bidang kepemudaan, bidang olahraga, serta bidang sarana dan prasarana.
“Dinas Pemuda dan Olahraga mempunyai beberapa kegiatan yang diampu oleh tiga bidang, yaitu bidang kepemudaan, bidang olahraga, dan bidang sarana prasarana,” ujar Arif, Rabu (14/1/2026).
Arif menjelaskan, karena Dispora merupakan dinas baru yang pada tahun ini dipisahkan dari Dinas Pendidikan, pihaknya masih melakukan penjajakan dan pemetaan program kerja agar setiap bidang dapat saling mendukung secara optimal.
Pada bidang kepemudaan, Dispora akan mendorong peran organisasi dan komunitas kepemudaan agar lebih aktif, produktif, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Unsur-unsur kepemudaan seperti Karang Taruna, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas kreatif akan difasilitasi untuk menjadi penggerak kegiatan yang bermanfaat.
“Kita ingin mendorong unsur-unsur keorganisasian kepemudaan agar menjadi gerakan atau kegiatan yang berimplikasi positif,” terangnya.
Selain itu, pemuda diharapkan mampu menggali potensi diri, meningkatkan kreativitas, dan mandiri, baik di bidang kewirausahaan maupun pengembangan sumber daya manusia.
Dispora akan memfasilitasi peningkatan keterampilan melalui kolaborasi dengan perangkat daerah terkait.
Di bidang olahraga, Dispora menargetkan penguatan pembinaan atlet secara berjenjang, mulai dari usia dini hingga tingkat lanjutan.
“Kami berharap dengan dinas yang baru ini kita bisa meningkatkan potensi atlet mulai dari pembinaannya dari bawah, dari tingkat SD, SMP, sampai SMA,” kata Arif.
Dispora juga akan mendorong cabang olahraga di bawah naungan KONI agar memiliki rencana kerja yang terukur dan dapat dievaluasi.
Penggunaan dana hibah diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembinaan yang berdampak langsung pada prestasi atlet.
Sementara pada bidang sarana dan prasarana, Dispora akan melakukan inventarisasi aset olahraga milik daerah untuk dimaksimalkan pemanfaatannya.
“Kita inventarisir aset yang kita punya. Harapannya, sarana prasarana bisa dimaksimalkan, baik untuk meningkatkan potensi masyarakat maupun mendorong pendapatan asli daerah,” ujarnya.
Arif menambahkan, masih banyak fasilitas olahraga di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang perlu dioptimalkan sebagai basis pembinaan atlet di Kabupaten Trenggalek.




