Polres Trenggalek Dukung Program Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung 1 Juta Hektar

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek bersama jajaran Forkopimda turut berpartisipasi dalam program nasional Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia melalui saluran virtual dan melibatkan Polri, Kementerian Pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlianto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini mengintegrasikan kerja sama lintas instansi pemerintah dan swasta untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk jajaran Polsek di Trenggalek. Forkopimca, instansi terkait, hingga penyuluh pertanian juga turut terlibat,” ujarnya.

Untuk mendukung program ini, Polres Trenggalek telah menyiapkan lahan seluas 7,92 hektar yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

Sebagian lahan tersebut merupakan aset Polri di lingkungan Mako, sementara sisanya adalah lahan tidur yang dimanfaatkan menjadi lahan produktif. Semua lahan ditanami jagung bibit unggul.

Beberapa lokasi penanaman meliputi lahan Polres Trenggalek di Jalan Brigjen Soetran, Kecamatan Panggul, Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan, Desa Dermosari Kecamatan Tugu, dan Kecamatan Watulimo.

Selain itu, lahan di Kecamatan Durenan, Kampak, Dongko, Bendungan, Karangan, Gandusari, dan Pule juga telah disiapkan.

“Hari ini kami langsung melaksanakan penanaman bibit jagung, dilanjutkan dengan perawatan hingga masa panen. Seluruh proses dilakukan dengan kolaborasi bersama dinas pertanian dan para petani yang kompeten,” tambahnya.

Pihak Polres berharap hasil panen jagung dari lahan-lahan tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap swasembada pangan tahun 2025.

“Kami optimis hasil panen nanti bisa maksimal sehingga cita-cita swasembada pangan yang menjadi keinginan masyarakat luas dapat terwujud,” imbuhnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan nasional, sekaligus memberdayakan lahan tidak produktif menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Berita Lainnya