Networkpedia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali membuka kesempatan bagi lulusan sarjana dari berbagai disiplin ilmu untuk bergabung sebagai perwira melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Penerimaan ini tertuang dalam Pengumuman Nomor: Peng/1/I/DIK.2.1./2026 tertanggal 14 Januari 2026.
Rekrutmen SIPSS diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan umum, di antaranya beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, berusia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak pernah terlibat tindak pidana, serta berkelakuan baik dan berwibawa. Peserta juga harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam penerimaan tahun ini, Polri membuka peluang bagi lulusan S-2 hingga D-IV dari berbagai jurusan. Untuk jenjang S-2, dibutuhkan lulusan psikologi, pengembangan kurikulum, kajian ilmu kepolisian, serta dokter spesialis patologi anatomi dan mikrobiologi klinik.
Sementara itu, lulusan S-1 dan profesi yang dibutuhkan meliputi ilmu pemerintahan, teknik sipil, ilmu keolahragaan, pendidikan jasmani, kedokteran gigi, farmasi, teknologi informasi, statistika, manajemen, biologi, kimia, fisika, desain komunikasi visual, hingga sastra dan bahasa asing.
Selain itu, Polri juga membuka kesempatan bagi lulusan teologi Kristen dan Hindu, seni rupa, sejarah, serta pemegang sertifikat Commercial Pilot License (CPL). Tersedia pula formasi untuk lulusan D-IV Teknologi Rekayasa Pengolahan Kulit.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, menjelaskan bahwa rekrutmen SIPSS bertujuan menjaring calon perwira Polri berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) sesuai kompetensi dan keahliannya.
“Pendaftaran dibuka mulai 15 hingga 22 Januari 2026. Kuota yang disediakan sebanyak 175 orang dan pendidikan akan dilaksanakan di Akademi Kepolisian Semarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, batas usia maksimal peserta berbeda sesuai jenjang pendidikan, yakni 40 tahun untuk dokter spesialis, 30 tahun untuk lulusan S-2, 28 tahun untuk S-1 profesi, serta 26 tahun untuk S-1 dan D-IV. Adapun tinggi badan minimal yakni 162 sentimeter untuk pria dan 157 sentimeter untuk wanita.
Seluruh peserta akan mengikuti rangkaian seleksi ketat meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, uji kompetensi, tes jasmani, hingga penelusuran mental dan kepribadian.
Dalam proses seleksi ini, Polri menegaskan komitmen menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) guna memastikan rekrutmen berjalan adil dan bebas dari praktik kecurangan.
“Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi penerimaan.polri.go.id. Jika mengalami kendala, silakan datang ke Bag SDM Polres Trenggalek untuk mendapatkan pendampingan,” pungkasnya.




