Networkpedia.id – Sektor pertanian Kabupaten Trenggalek mencatat capaian positif sepanjang 2025. Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek memproyeksi produksi padi tahun ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Dorongan utamanya berasal dari peningkatan indeks pertanaman padi (IP) yang melesat hingga 2,56.
Kepala Dispertapan Trenggalek, Imam Nurhadi, menjelaskan capaian IP tahun ini menunjukkan hampir seluruh lahan pertanian padi di daerah tersebut mampu melakukan tiga kali masa tanam dalam setahun.
“Tahun ini IP telah mencapai 2,56. Artinya hampir semua lahan pertanian melakukan tiga kali tanam dan panen,” ujarnya.
Imam membandingkan kondisi itu dengan tahun 2024, ketika IP hanya berada di angka 1,98 akibat dampak fenomena El Niño. Pada masa itu, petani hanya bisa menanam padi dua kali dalam setahun karena terbatasnya ketersediaan air.
“Sedangkan tahun lalu IP hanya 1,98 atau petani hanya melakukan dua kali masa tanam padi,” imbuhnya.
Peningkatan IP berdampak signifikan pada luas tanam dan produksi padi. Hingga akhir November 2025, produksi padi Trenggalek tercatat telah mencapai 264 ribu ton, menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.
“Tahun ini produksi padi tertinggi dalam 10 tahun terakhir,” tegas Imam.
Ia menyebutkan beberapa faktor yang turut mendorong peningkatan tersebut, mulai dari kondisi cuaca yang mendukung hingga ketersediaan sumber pengairan yang diperkuat pemerintah. Akses air yang lebih baik membuat petani lebih mudah mengelola lahan sawahnya.
“Cuaca mendukung dan pengairan sawah didukung pemerintah, sehingga petani mudah mengairi lahannya,” terangnya.
Peningkatan IP juga berpengaruh pada serapan pupuk subsidi. Hingga memasuki penghujung 2025, serapan pupuk subsidi telah mencapai 80 persen dan diperkirakan menembus 90 persen pada akhir Desember.
“Kalau tahun 2024 serapan pupuk subsidi sekitar 80 persen,” jelasnya.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober lalu menjadi angin segar bagi petani.
Kebijakan ini diharapkan ikut mendorong produktivitas pertanian Trenggalek. “Dengan turunnya harga pupuk subsidi, diharapkan dapat menggenjot produksi pertanian,” pungkas Imam.




