Networkpedia.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo Trenggalek menargetkan seluruh unit layanan mampu memenuhi standar kompetensi tingkat dasar sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2026 mendatang.
Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, menjelaskan bahwa dari total 24 unit layanan yang ada, sebanyak 21 unit telah memenuhi kompetensi dasar, sementara tiga unit lainnya masih dalam proses pemenuhan.
Ketiga unit tersebut adalah layanan Telinga Hidung Tenggorokan (THT), layanan gigi dan mulut, serta layanan endokrin, nutrisi, dan metabolisme.
“Saat ini yang belum memenuhi standar hanya tiga unit itu. Kami targetkan semuanya bisa terpenuhi pada 2026 dengan melengkapi tiga aspek utama, yakni Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), sarana dan prasarana, serta alat kedokteran,” ujar Sujiono, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, dari ketiga unit tersebut, ketersediaan SDM serta sarana dan prasarana sudah mencukupi.
Namun, masih terdapat kekurangan pada alat kedokteran yang menjadi syarat penting dalam penilaian kompetensi dasar.
Ia mencontohkan, unit layanan THT masih membutuhkan set turbinate surgery, layanan gigi dan mulut memerlukan alat lecron, sedangkan unit endokrin, nutrisi, dan metabolisme kekurangan skinfold caliper untuk keperluan klinis.
“Kalau alat-alat itu sudah terpenuhi, maka semuanya bisa lolos verifikasi kompetensi tingkat dasar tahun depan,” tambahnya.
Sujiono menyebutkan, berdasarkan data di portal Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) atau Inaproc, harga satu unit lecron sekitar Rp399 ribu, skinfold caliper Rp3,6 juta, dan set turbinate surgery mencapai Rp80 juta.
Meski begitu, pihak rumah sakit belum menentukan total kebutuhan anggaran karena masih dalam tahap perencanaan.
Selain fokus pada peningkatan layanan medis, RSUD dr Soedomo juga berencana mengembangkan konsep wisata medis atau hospital tourism pada 2026. Upaya itu dilakukan dengan memanfaatkan potensi wisata di Kabupaten Trenggalek.
“Kami sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan RS Kemenkes Surabaya untuk mendukung program rujukan dan wisata medis. Harapannya tahun depan hospital tourism benar-benar bisa berjalan,” pungkasnya.




