Satgas MBG Trenggalek Ancam Suspend Dapur SPPG yang Langgar Standar Kualitas

Photo of author

By Redaksi

Networkpedia.id – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat. 

Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Jika terjadi pelanggaran dan tidak segera diperbaiki, sanksi tegas berupa penghentian sementara operasional atau suspend siap diberlakukan.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas menjadi tuntutan utama dalam operasional SPPG. Menurutnya, standar yang harus dipenuhi mencakup berbagai aspek, mulai dari sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM), hingga pengelolaan makanan.

“Prinsipnya, SPPG ini harus semakin lama semakin dituntut kualitasnya, baik dari pemenuhan standar, sarana prasarana, SDM, maupun pengelolaan makanan,” ujarnya.

Pengawasan terhadap operasional SPPG dilakukan secara berlapis dengan melibatkan masyarakat, Satgas, serta instansi terkait. Setiap temuan penyimpangan, baik terkait fasilitas, SDM, maupun proses pengolahan makanan, diharapkan segera dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti.

Sunarto menjelaskan, setiap pelanggaran akan diberikan peringatan terlebih dahulu. Namun, jika peringatan tersebut tidak direspons dengan cepat dan tidak ada perbaikan, maka langkah tegas akan diambil.

“Kalau peringatan tidak ditindaklanjuti dengan cepat, maka akan ada langkah konkret, salah satunya disuspend,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG untuk tidak mengabaikan pemenuhan persyaratan dasar seperti perizinan, standar laik higiene sanitasi (SLHS), kesiapan SDM, serta pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP). 

Selain itu, kualitas bahan makanan yang digunakan harus benar-benar terjamin.

Menurutnya, penggunaan bahan makanan yang bermasalah sangat berisiko bagi kesehatan penerima manfaat program MBG. Karena itu, pengelola diminta lebih selektif dan bertanggung jawab dalam proses penyediaan makanan.

Program MBG sendiri memiliki tujuan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, Sunarto menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan dari setiap penyedia SPPG menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Semangatnya adalah meningkatkan kualitas SDM ke depan. Maka harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dari masing-masing penyedia,” pungkasnya.

Berita Lainnya